INDOSatu.co – BANYUWANGI – Calon wakil presiden nomor 1 Muhaimin Iskandar (Gus Imin) merespons tuduhan dari Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir yang menyebutkan Timnas AMIN ingin menghapus BUMN menjadi koperasi.
Cawapres yang diusung Koalisi Perubahan itu mengunggah komentar itu di akun X-nya bernama @cakimiNOW, Selasa, 6 Februari 2024. Lalu Muhaimin menulis menteri BUMN menyebar hoax atas nama AMIN.
“Menteri BUMN menyebar hoax tentang BUMN atas nama AMIN,” tulis Muhaimin dikutip INDOSatu.co, Selasa (6/2).
Sebelumnya, calon presiden nomor urut 1 Anies Baswedan juga menegaskan bahwa usulan terkait pergantian BUMN yang akan diganti menjadi koperasi bukan dari Tim Nasional Pemenangan Pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Timnas AMIN).
Menurut Anies, usulan itu datang dari seseorang yang diundang ke dalam forum diskusi Timnas Pemenangan AMIN. Anies menandaskan kembali pernyataannya bahwa tidak mungkin BUMN diganti menjadi koperasi. Penegasan tersebut disampaikan Anies saat menghadiri acara Desak Anies di Kota Semarang, Senin (5/2).
“Itu memang bukan dari Timnas Anies-Muhaimin. Ada orang yang datang mengusulkan,” tegas Anies. Acara Desak Anies sendiri digelar di MAC Ballroom Kota Semarang. Acara tersebut dihadiri kurang lebih 8 ribu massa yang terdiri mahasiswa dan masyarakat umum. Bahkan, ada yang sampai meluber keluar gedung. Info dari panitia, acara Desak Anies di Semarang adalah yang terbesar.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyampaikan bahwa berita yang berseliweran terkait pihaknya hendak mengganti BUMN menjadi koperasi adalah berita yang sangat tidak masuk akal. Dan mungkin, kata Anies, yang sedang mengembuskan informasi tersebut adalah orang yang sedang tidak menggunakan akal sehat.
Apalagi, lanjut Anies, tidak pernah terbayangkan untuk mengotak atik maupun terlintas dalam pikirannya akan mengganti BUMN menjadi koperasi. “Ya gimana logikanya,” imbuh mantan Rektor Universitas Paramadina, Jakarta itu.
Sebagai informasi, salah seorang tokoh Koperasi Indonesia Suroto mendorong BUMN menjadi badan usaha koperasi. Dia mengusulkan dengan cara mengkoperasikan BUMN yang ada di Indonesia bisa meningkatkan perekonomian nasional. (adi/red).