Menag Yaqut: Kunjungan Grand Syekh Al Azhar Bawa Pesan Toleransi dan Moderasi

  • Bagikan
BERI MANFAAT: Menag Yaqut Cholil Qoumas (paling kanan) usai melepas kepulangan Grand Syekh Ahmed Al Tayeb ke Mesir di Bandara Soekarno Hatta Banten, pada Jumat (12/7) dini hari.

INDOSatu.co – JAKARTA – Lawatan Grand Syekh Al Azhar Ahmed Al Tayeb selama empat hari di Indonesia membawa pesan penting bagi warga bangsa, yaitu toleransi dan moderasi. Hal ini disampaikan Menag Yaqut Cholil Qoumas usai melepas kepulangan Grand Syekh ke Mesir di Bandara Soekarno Hatta Banten, pada Jumat (12/7) dini hari.

“Ini membawa pesan baik bagi seluruh warga bangsa, khususnya bangsa Indonesia. Bahwa jalan tengah ini dapat menjadi pilihan bagi kita untuk membangun hubungan antarumat manusia,” kata Menag Yaqut kepada wartawan.

Baca juga :   Demokrat-PBB Saling Usik Jasa, Terkait SBY dan Yuri Kemal

Kepada Menag, Grand Syekh Ahmed Thayeb mengaku senang dan puas bisa berkunjung ke Indonesia karena mendapat sambutan hangat dari masyarakat Indonesia, tidak hanya muslim tapi juga umat dari berbagai agama. Selama di Jakarta, Grand Syekh juga bertemu dengan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Menteri Pertahanan yang juga Presiden Indonesia Terpilih Prabowo Subianto, serta tokoh agama, serta banyak ulama dan cendekiawan di Indonesia.

Baca juga :   Terbesar dalam Sejarah, Indonesia akan Berangkatkan 241 Ribu Jamaah Haji

Momentum kehadiran Grand Syekh Ahmed Thayeb beserta delegasi juga dimanfaatkan Kementerian Agama untuk meresmikan Markaz Tathwir cabang Indonesia. Lembaga ini akan membantu calon mahasiswa yang ingin belajar ke Al Azhar, Kairo, Mesir.

“Lembaga ini nantinya akan memberi kepastian dan kemudahan, khususnya bagi anak-anak kita yang ingin melanjutkan pendidikan di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir. Kita sudah siapkan tempatnya di Ciawi Bogor. Mudah-mudahan dalam waktu dekat dapat dimanfaatkan,” ungkap menteri asal Rembang, Jawa Tengah itu.

Baca juga :   Sempat Dirawat di RSUD Salatiga, Ketum MUI Dirujuk ke RSI Surabaya

Diketahui, lawatan Grand Syekh di Indonesia berlangsung selama empat hari, mulai 8 sampai 11 Juli 2024. Selain bertemu dengan Presiden dan Wakil Presiden, Grand Syekh juga bertemu dengan pimpinan ormas Islam terbesar, NU dan Muhammadiyah, termasuk mengunjungi Pesantren Darunnajah di Ulujami, Jakarta Selatan. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *