INDOSatu.co – LAMONGAN – Pemkab Lamongan, Jawa Timur melaksanakan normalisasi dan memperlancar aliran Sungai Bengawan Jero dengan memaksimalkan melalui inovasi Gerakan Perahu Sikat Eceng Gondok (Garpu Sendok) terus digalakan. Saat ini program tersebut telah teralisasi sepanjang 27 kilometer dari 40 kilometer yang ditargetkan.
Guna mendukung dan melengkapi akomodasi alat pencacah eceng gondok yakni perahu, Pemkab Lamongan menerima bantuan satu unit perahu pencacah eceng gondok dari Kwarcab Lamongan, yang diterima secara langsung oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi di Desa Kemlagilor, Rabu (15/2).
Menurut Pak Yes, sapaan akrab Bupati Lamongan, perahu tersebut akan dimanfaatkan untuk mengurangi genangan enceng gondok agar aliran sungai dapat lancar di sepanjang Sungai Bengawan Jero, di Kecamatan Turi.
“Program garpu sendok ini untuk menyapu enceng gondok. Ada target-terget yang rencana kita lakukan, karena ini memang langkah-langkah yang bisa kita lakukan saat ini. Eceng gondok ini jika dibersihkan akan lancar arus pembuangan air dan bisa cepat keluar,” tutur Pak Yes.
Dalam normalisasi dan memperlancar aliran sungai tersebut, Pemkab Lamongan menerapkan 2 metode untuk mengatasi persoalan tersebut, yaitu dengan mencacah eceng gondok yang kemudian dihanyutkan ke sungai, serta pengentasan eceng gondok ke tepi bibir sungai.
Selain itu, cuaca ekstrem hidrometrologi (hujan lebat, petir, angin kencang) yang diperkirakan terjadi tanggal 11 hingga 17 Februari, Pak Yes mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan, dan turut serta dalam meminimalisasi banjir dengan cara tidak membuang sampah di sungai.
“Tentu saya berharap partisipasi bapak ibu dan kita semua, karena penyebab mampetnya aliran air ini tidak hanya eceng gondok, tetapi juga sampah, karena sampah-sampah ini masuk ke sungai,” kata Pak Yes.
Sedangkan untuk meringankan masyarakat yang terdampak luapan Sungai Bengawan Jero, pada kesempatan yang sama diserahkan bantuan paket sembako dari Baznas ke 508 warga di 6 desa Kecamatan Turi, yakni Desa Putatkumpul (292) paket, Desa Kemlagigede (50), Desa Kemlagilor (52), Desa Bambang (41), Desa Pomahanjangan (30), dan Desa Kepudibener (43) paket sembako.
“Semoga bantuan ini menjadi berkah, aktivitas maupun bekerja tetap berjalan dan tetap semangat. Untuk sekolah yang terdampak, nanti akan kita berikan solusi agar proses belajar mengajar tetap terlaksana, banjir ini jangan dijadikan bencana tapi jadikan berkah,” pungkas Pak Yes. (*)