INDOSatu.co – JAKARTA – Keberanian Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD membongkar transaksi yang mengarah ke TPPU di lingkungan Kementerian Keuangan mendapat respon positif dari berbagai kalangan. Salah satunya adalah Wakil Ketua MPR RI, Fadel Muhammad. Menurut Fadel, keberanian Mahfud harus diapresiasi, di tengah keinginan publik mengetahui terkait skandal tersebut.
Bahkan untuk membenahi masa depan bangsa, Fadel menggaransi bahwa Indonesia membutuhkan sosok seperti Mahfud. Apalagi, pria asli Madura, Jawa Timur itu dianggap Fadel merupakan sosok yang komplet. Selain akademisi, Mahfud juga pernah menjadi anggota DPR, Menteri Pertahanan era Presiden Gus Dur, Ketua MK, dan sekarang mengemban amanat menjadi Menko Polhukam.
”Jadi, menurut saya Mahfud layak diusung menjadi Cawapres dalam dalam Pilpres 2024 mendatang,” kata Fadel dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (12/4).
Fadel menilai, Mahfud merupakan sosok yang tepat untuk diusung menjadi calon wakil presiden (cawapres) karena berani menyuarakan kebenaran. Tidak semua pejabat negara berani menyuarakan, bahkan membongkar skandal besar itu. Dengan sikap Mahfud tersebut, Fadel menilai sangat membantu Presiden Jokowi untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berwibawa.
“Publik saat ini butuh sosok cawapres yang berani dalam menyuarakan kebenaran dan punya integritas yang baik. dan sosok itu sekarang ada di Pak Mahfud,” kata Fadel.
Keberanian itu, menurut Fadel, salah satunya tampak saat Mahfud menyampaikan kepada publik soal dugaan transaksi janggal senilai Rp349 triliun yang mengarah pada tindak pidana pencucian uang (TPPU) di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Selain itu, Fadel pun menilai Mahfud merupakan seorang politikus dengan kemampuan dan pengalaman yang tidak perlu diragukan. Dengan memiliki seabrek pengalaman, Fadel meyakini kemampuan Mahfud dalam memegang tampuk pemerintahan mendatang tidak perlu diragukan.
”Jadi, sekali lagi, Mahfud memiliki pengalaman yang komplit. Ke depan, dia pun meyakini arah pembangunan Indonesia akan lebih baik jika Mahfud dipercaya menjadi cawapres dalam Pilpres 2024. Mahfud pasti bisa mengelola kabinet dengan baik berbekal pengalaman yang dimiliki,” imbuh mantan Gubernur Gorontalo dua periode itu.
Sedangkan mengenai tingkat keterpilihan dalam Pilpres 2024, Fadel juga optimistis Mahfud memiliki tingkat elektoral cukup tinggi, khususnya di wilayah Jawa Timur. Hal itu dapat pula menjadi magnet bagi partai-partai besar untuk mendorong Mahfud maju sebagai cawapres bila ingin mendapat efek ekor jas.
“Karena itu, siapa pun presiden yang berpasangan dengan Mahfud, bisa dipastikan akan menang dalam pertarungan pemilihan presiden (pilpres) mendatang,” kata Fadel.
Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, pendaftaran bakal calon presiden dan wakil presiden dijadwalkan dimulai pada 19 Oktober sampai dengan 25 November 2023.
Sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (UU Pemilu), pasangan calon presiden dan wakil presiden diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilu yang memenuhi persyaratan perolehan kursi paling sedikit 20 persen dari jumlah kursi DPR atau memperoleh 25 persen dari suara sah secara nasional pada pemilu anggota DPR sebelumnya.
Saat ini, terdapat 575 kursi di parlemen sehingga pasangan calon presiden dan wakil presiden pada Pilpres 2024 harus memiliki dukungan minimal 115 kursi di DPR RI. Selain itu, pasangan calon juga dapat diusung oleh parpol atau gabungan parpol peserta Pemilu 2019 dengan total perolehan suara sah minimal 34.992.703 suara. (adi/red)