INDOSatu.co – KAIRO – Kunjungan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas ke Kairo, Mesir membuahkan hasil. Kabarnya, setelah bertemu dengan Grand Syeikh Al Azhar (GSA), Prof Dr Ahmed Al Tayeb, Indonesia mendapat tambahan kuota beasiswa untuk mahasiswa yang belajar di Al Azhar, Mesir.
“Alhamdulillah, saya diterima Grand Syekh Al Azhar, Prof Dr Ahmed Al-Tayeb. Saya sampaikan harapan akan penambahan kuota beasiswa dan beliau merespons dengan baik,” terang Menag Yaqut dalam keterangan resmi yang dikutip dari kemenag.go.id, Jumat (23/12).
Terkait usulan Menag, Syeikh Ahmed Al Tayeb menyambut baik. Pihaknya akan menambah kuota beasiswa dari 200 menjadi 250 mahasiswa. Al Azhar akan menambah beasiswa bagi calon mahasiswa Indonesia di Al Azhar dari 200 menjadi 250.
”Kami sangat respek kepada anak-anak Indonesia yang berakhlak mulia, santun, ramah, dan tekun, serta memiliki minat dan motivasi tinggi terhadap pendidikan,” ujar Syeikh Ahmed Al-Tayeb.
Selain tambahan kuota beasiswa, Menag juga mengajukan permohonan agar asrama yang dulu dijadikan sebagai tempat isolasi bagi penderita Covid-19 dapat difungsikan kembali sebagai asrama mahasiswa.
Tentang asrama, Ahmed Al-Tayeb, yang juga Guru Besar Bidang Akidah dan Filsafat itu juga menyampaikan bahwa, asrama itu memang akan diaktifkan kembali sebagai asrama mahasiswa.
“Insya Allah, tempat isolasi Covid-19 akan difungsikan kembali sebagai asrama mahasiswa, khususnya bagi mereka yang mendapat beasiswa Al-Azhar melalui jalur Kementerian Agama. Namun, saya meminta kepada pihak Kedutaan (Kedubes Indonesia di Mesir, Red) agar ikut mendampingi mereka dalam peningkatan kegiatan-kegiatan ilmiah, sosial, keagamaan, dan kebudayaan,” pinta Ahmed Al-Tayeb.
Grand Syeikh menambahkan bahwa pihaknya sangat antusias untuk memberikan perhatian kepada mahasiswa Indonesia. Grand Syeikh juga berharap pihak kedutaan Indonesia di Mesir bisa bekerja sama dengan Al Azhar untuk memberikan perhatian kepada mahasiswa.
Menag Yaqut berterima kasih atas sambutan dan respons baik dari Grand Syeikh Al Azhar. Menag juga menyampaikan salam dan undangan khusus dari Wakil Presiden, KH Ma’ruf Amin, untuk menghadiri Muktamar Fikih Peradaban pada 6 Februari, 2023.
“Terima kasih atas undangan untuk menghadiri Muktamar Fikih Peradaban. Ini merupakan kehormatan, dan insya Allah saya akan hadir jika tidak ada halangan nanti,” tegas Syeikh Thayeb.
Grand Syeikh Al Azhar mengapresiasi inisiatif Indonesia menggelar Muktamar Fikih Peradaban. Prof Ahmed Al Tayeb yakin bahwa kegiatan itu sangat penting. “Saya yakin yang akan dihasilkan juga sangat penting sekali, terutama terkait pentingnya meluruskan salah paham tentang Islam dan Islamphobia di wilayah Asia dan Asia Tenggara,” sebutnya.
elain dengan Grand Syeikh Al-Azhar, Menag juga bertemu dengan Grand Mufti Mesir, Sheikh Prof Dr Syauqi Allam. Menag juga menyampaikan undangan khusus dari Wapres untuk hadir pada Muktamar Fikih Peradaban tahun depan.
Dijelaskan Gus Men, sapaan akrab Menag, Muktamar Fikih Peradaban dihelat sebagai langkah yang sangat kontekstual. Menurutnya, Islam merupakan agama komprehensif yang mampu menjawab berbagai persoalan kehidupan manusia. (adi/red)