Koperasi Indonesia Harus Hidup di Tengah Pandemi

  • Bagikan
PEDULI INOVASI DIGITAL: Sriyadi Purnomo, SE,MM.

Pola kerja tersebut harus tetap dipertahankan, seraya menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat dan penggunaan digitalisasi IT yang canggih, diharapkan sangat membantu monitoring anggota dan karyawan demi menjaga kesehatan, dengan program self assessment, behavior outside factory (e-BOF) dan behavior inside factory (BIF), sehingga semua anggota dan karyawan akan terpantau dengan baik, meski yang bersangkutan libur atau kerja di rumah (work from home: WFH). Jika semua itu terprogram dengan baik, saya meyakini semua pekerjaan akan berjalan baik dan lancar.

Baca juga :   Untung Ada Firli Bahuri Yang Mau Jegal Anies Baswedan

Koperasi harus bisa hidup, bertahan, dan harus terus berkembang, meski di tengah pandemi ini. JIka semua komponen dan stakeholder punya kemauan yang kuat, dan juga dengan digitalisasi IT, insya Allah usaha-usaha koperasi akan mampu bersaing dengan kompetitor jenis usaha lainnya.

Melalui digitalisasi koperasi, perlu juga dikembangkan bisnis koperasi tanpa meninggalkan jati diri. Membangun ekonomi bangsa melalui koperasi harus terus dikampanyekan sesuai semangat Kongres Nasional Pergerakan Koperasi Indonesia pada 12 Juli 1947 silam.

Baca juga :   Prediksi: Revolusi Rakyat Akan Berawal dari Mahkamah Agung

Selamat Hari Koperasi ke-74, Jayalah Koperasi Membangun Negeri.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *