Koperasi Indonesia Harus Hidup di Tengah Pandemi

  • Bagikan
PEDULI INOVASI DIGITAL: Sriyadi Purnomo, SE,MM.

Koperasi yang bergerak di sektor simpan pinjam, sektor ritail, dan sektor usaha lainnya, jika ingin bertahan dan berkembang di tengah pandemi, harus memanfaatkan dan menggunakan rekayasa digitalisasi. PPKM Darurat yang membatasi berkerumun dan berkumpul, dengan memanfaatkan digitalisasi serta IT yang canggih, saya meyakini koperasi tersebut masih bisa menjalankan usahanya. Misalnya, koperasi simpan pinjam. Dengan berbagai program IT yang dimiliki, nasabah tanpa harus datang ke kantor koperasi, tetapi anggota bisa terlayani dengan baik. Koperasi perlu mempertahankan minat masyarakat yang kini punya banyak pilihan maupun platform menabung dan meminjam. Tak hanya itu. Jaminan keamanan dana anggota juga perlu dijaga secara ketat. Koperasi yang punya usaha ritail, tanpa harus off-line karena adanya pembatasan pengunjung, maka dengan program tok-tok (toko online koperasi), anggota dan masyarakat akan bisa terlayani dengan baik, bahkan omzet bisa meningkat pesat.

Baca juga :   Manuver Baru Jokowi, dari Ganjar Pindah ke Prabowo?

Koperasi setor riil lainnya, yang padat karya (koperasi yang mempunyai usaha MPS), diharapkan tetap harus bisa memberi manfaat bagi orang banyak, meski agak berat dengan pemberlakuan PPKM Darurat ini. Padahal, koperasi padat karya itu tetap harus patuh dan mendukung penuh kepada kebijakan pemerintah dalam mengurangi laju penyebaran Covid-19, dengan cara masuk kerja 50 persen.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *