INDOSatu.co – JAKARTA – Kontestasi dalam Pilpres 2024 dipastikan bakal ramai. Keinginan hanya ada dua calon, perpanjangan jabatan, serta penundaan pemilu, kecil kemungkinan bisa terealisasi. Selain rakyat tidak menghendaki, perpanjangan jabatan presiden dan penundaan pemilu juga dianggap merampas hak rakyat dan melanggar konstitusi negara.
Setelah muncul nama-nama yang sudah beredar menjadi capres dan cawapres, kini muncul satu nama yang juga siap dicalonkan dan siap bersaing dalam Pilpres 2024 mendatang. Bahkan di mata publik, nama tersebut juga tidak asing. Dia adalah Sandiaga Salahuddin Uno. Mantan cawapres Prabowo Subianto dalam Pilpres 2019 itu mengaku siap dicalonkan jika diberi amanah.
Selama ini, pengusaha tajir itu memang masih belum vulgar. Sandi, panggilan akrabnya, selalu ingin fokus dengan pekerjaan sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf). Selama itu pula, Sandi masih menunggu dan melihat. Dia tidak gegabah, meski beberapa menteri di kabinet Jokowi-Ma’ruf Amin terang-terangan dan terus melakukan safari serta pencitraan secara masif.
Sandi mengungkapkan, bahwa kesiapannya untuk berkontestasi pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 diniatkan untuk ibadah. Apalagi, dia mengaku punya pengalaman mengikuti Pilpres di periode sebelumnya, yakni Pilpres 2019.
“Saya ini alumni dari kontestasi sebelumnya, dan saya siap bila diamanahi untuk berjuang kembali. Tapi, tentunya yang didahulukan adalah Lillahi Ta’ala. Semuanya kita niatkan ibadah dan kontribusi bagi bangsa dan negara,” kata Sandiaga Uno kepada wartawan, Kamis (8/12) di Cilodong, Depok.
Yang mengejutkan, Sandi juga mengaku bahwa dirinya sudah menjalin komunikasi dengan partai politik (parpol) yang meliriknya untuk membahas kesiapan berkontestasi kembali di Pilpres 2024 mendatang.
“Sudah banyak pembicaraan, tapi tentunya domain-nya ada di partai politik. Kita harus menghormati dan memberikan apresiasi bahwa partai politik lah yang menentukan,” ujar menteri yang istiqamah puasa Senin-Kamis ini.
Adapun terkait posisi di Pilpres 2024, Sandi juga masih terbuka. Baik dicalonkan menjadi calon presiden (capres) ataupun calon wakil presiden (cawapres). Menurut Sandi, keputusan tersebut dapat ditentukan bersama dengan partai politik.
“Sekali lagi, keputusan ada di partai politik. Intinya kita harus berikan yang terbaik, kita tidak boleh matok mematok, tapi apa yang diputuskan apa yang diharapkan harus kita wujudkan, untuk rakyat, bangsa dan negara,” pungkas pegiat olahraga jogging ini. (*)