Komitmen Turunkan Stunting, Pemkab Lamongan Terima Insentif dari Pemerintah

  • Bagikan
PERANGI STUNTING: Wakil Presiden Republik Indonesia Ma'ruf Amin (berdiri, baju putih) menyampaikan sambutan dan memberi penghargaan untuk Pemkab Lamongan karena dinilai konsen dan peduli menurunkan stunting dalam Rakornas Percepatan Penurunan Stunting 2023, di Istana Wakil Presiden RI Jakarta Pusat, Jumat (6/10).

INDOSatu.co – JAKARTA – Pemkab Lamongan, Jawa Timur terus berkomitmen menurunkan kasus stunting dengan berbagai upaya. Upaya penanganan stunting mendapatkan diteropong oleh pemerintah. Tak heran jika karena dengan komitmennya itu, Lamongan mendapat bantuan langsung dari pemerintah.

Bantuan tersebut diberikan Wakil Presiden Republik Indonesia Ma’ruf Amin dan diterimakan langsung kepada Wakil Bupati Lamongan Abdul Rouf saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan Penurunan Stunting 2023, di Istana Wakil Presiden RI Jakarta Pusat, Jumat (6/10).

Pemberian insentif fiskal sebesar Rp 6.120.353.000 kepada Pemkab Lamongan ditujukan untuk membantu percepatan penurunan angka stunting di wilayah. Sebab, percepatan penurunan kasus stunting menjadi bagian prioritas pembangunan negara.

“Dalam penanganan kasus stunting, kita terapkan kolaborasi penthahelix. Pemerintah akan memastikan koordinasi di lapangan dan implementasi pelaksanaan program agar lebih tepat sasaran. Sehingga angka stunting rata rata nasional saat ini 21,6 persen dapat memenuhi pencapaian target angka stunting 14 persen di tahun 2024,” tutur Ma’ruf Amin dalam pidatonya.

Baca juga :   Dinkes Bojonegoro Imbau Warga Waspadai Penularan Penyakit TBC, Terapkan Pola Hidup Sehat

Selanjutnya, Ma’ruf mengingatkan akan tantangan kedepan dalam penanganan kasus ini. Tantangan tersebut ialah keterbatasan waktu dan dihadapkan pada tahun politik. Ma’ruf meminta kepada seluruh pihak terkait untuk fokus terhadap penanangan stunting.

“PR kita adalah memastikan bagaimana pencapaian target, yang bersamaan dengan tahun politik. Kita semua harus fokus untuk mencapai target yang telah kita sepakati,” tegas Ma’ruf.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo mengungkapkan, berhasilnya percepatan penurunan stunting sejak tahun 2018 dengan penurunan angka hingga 9,2 persen poin, merupakan hasil kerja bersama para pihak. Selain itu juga ditunjang dengan program intervensi spesifik dalam upaya penurunan stunting seperti sosialisasi, edukasi, dan komunikasi untuk merubah perilaku masyarakat, khususnya ibu hamil.

Baca juga :   Aktifkan Kembali Posyandu, Lestari Moerdijat: Untuk Tingkatkan Kualitas Kesehatan Nasional
SUMRINGAH: Wabup Lamongan Abdul Rouf saat Rakornas Percepatan Penurunan Stunting di Istana Wapres, Jakarta Pusat.

Selain itu, intervensi yang sensitif, menurut Hasto, salah satu yang menjadi masalah saat ini adalah akses air minum dan sanitasi. Sebagai contoh, saat ini masih banyak masyarakat yang enggan buang air besar (BAB) di jamban, meskipun telah disediakan jamban secara gratis.

Di Kota Lamongan sendiri, sudah banyak program yang telah diluncurkan untuk mengatasi kasus stunting, salah satunya baru saja di-launching ialah program 1-10-100 yang dicetuskan TP PKK (Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) Lamongan. Program yang mengusung konsep orang tua asuh untuk anak-anak penderita stunting dalam bentuk 1 paket diisi untuk 10 balita stunting untuk 100 hari (selama 3 bulan), diyakini efektif tekan angka stunting di Kabupaten Lamongan karena sasaran yang dituju ialah balita stunting.

Baca juga :   Relawan JokMan Resmi Gugat Inmendagri di PTUN Jakarta

Program yang baru saja direalisasikan satu bulan ini sudah mampu mengayomi 869 balita stunting di Kabupaten Lamongan. Dan ditargetkan akan mengentas 2000 kasus stunting di Kabupaten Lamongan 2023. Sebab, kasus stunting di Kabupaten Lamongan tahun 2022 ini ada 2.900 kasus stunting atau 27,5 persen. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *