INDOSatu.co – YOGYAKARTA – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menyalurkan beasiswa kedokteran sebesar Rp 6 miliar kepada mahasiswa baru Fakultas Kesehatan dan Ilmu Kedokteran (FKIK) tahun akademik 2023/2024.
“Beasiswa dokter ini merupakan komitmen UMY sebagai bagian dari persyarikatan Muhammadiyah untuk mendukung layanan kesehatan (Yankes) yang merata. Para penerima beasiswa nantinya setelah lulus akan ditempatkan di daerah-daerah yang membutuhkan,” jelas Gunawan.
Gunawan menilai, selama ini persebaran dokter di Indonesia masih belum merata, dan masih dibutuhkan lebih banyak lagi dokter untuk menyamaratakan pelayanan kesehatan di seluruh penjuru tanah air.
“Distribusi dokter yang belum merata di Indonesia. Di sisi lain, masih banyak amal usaha kesehatan yang dimiliki oleh Muhammadiyah yang masih kekurangan dokter. Harapannya, para lulusan beasiswa dokter UMY dapat mengabdi di sana,” ujar Guru Besar Ilmu Tanah ini.
Tahun ini, terdapat lima mahasiswa baru UMY yang mendapatkan beasiswa dokter dan dokter gigi dengan total beasiswa mencapai 6 miliar rupiah. Tiga mahasiswa atas nama Zahra Nur Aini, Yulisa Hinda Shofia dan Mudhiah Dhiyaulhaq dari program studi S1 Kedokteran Umum. Sementara dua mahasiswa atas nama Sinta Adellia dan Efri Nawati dari program studi S1 Kedokteran Gigi.
Gunawan mengingatkan para penerima beasiswa yang dibiayai oleh umat untuk kembali kepada umat. Sebagai profesi yang fungsi utamanya adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat, dokter memiliki tanggung jawab untuk mengabdi dimanapun ia ditempatkan.
“Adik-adik yang telah terpilih untuk menerima beasiswa, setelah lulus nanti akan segera dimanfaatkan untuk masyarakat. Yang akan menjadi pertanggungjawaban adalah apa yang telah kalian perbuat untuk orang lain dan agama,” pesan Gunawan.
Bukan hanya tahun, melainkan UMY telah memberikan beasiswa kedokteran sudah berjalan sejak 13 tahun yang lalu. Faris Al-Fadhat, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan AIK mengatakan, beasiswa yang diterima sudah mencakup biaya kuliah per semester, praktikum hingga tunjangan hidup setiap bulan.
“Kami memilih calon mahasiswa penerima beasiswa yang tersebar dari seluruh Indonesia. Kriteria mahasiswa yang kami pilih, selain berasal dari keluarga yang tidak mampu, namun juga harus lolos tes yang menjadi standar nilai kedokteran. Dengan ini, kami ingin memastikan bahwa proses perkuliahan yang akan dijalani tidak terganggu,” tuturnya.
Sebagai perguruan tinggi berbasis Islam terbaik se-Indonesia dan terakreditasi Unggul, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta tentunya sangat selektif dalam menyaring calon mahasiswa baru yang nantinya berhak mendapatkan Beasiswa Dokter Muhammadiyah.
“Ada 3 tahap dalam seleksi Beasiswa Dokter Muhammadiyah, tahap pertama yaitu seleksi berkas, kemudian tahap kedua ada Tes Potensi Akademik (TPA) dan tes Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, selanjutnya di tahap ketiga, yakni seleksi berupa wawancara, MMPI, psikotes, dan tes buta warna,” jelas Imam Suprabowo, Kepala Biro Admisi UMY. (*)