Ketua MPR RI Dorong Para Seniman Bali Kuasai Pasar Seni Internasional

  • Bagikan
BERHARAP MENDUNIA: Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo (paling kiri) saat mengunjungi Kresna Ayu Painting Gallery di Bali, Jumat (21/4).

INDOSatu.co – BALI – Ketua MPR RI yang juga Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bambang Soesatyo (bamsoet) berharap seni lukis karya para seniman Bali bisa menguasai pasar seni internasional. Terlebih, lukisan klasik Bali telah dijadikan barang koleksi dan dagangan, sejak Bali bersentuhan dengan industri pariwisata di tahun 1930-an.

“Karya seni lukis klasik Bali saat ini sudah terkenal karena memiliki nilai seni yang tinggi. Tidak hanya berhasil menjadi koleksi museum di Indonesia saja, tetapi juga dikoleksi oleh para pecinta seni lukis dan museum berbagai belahan ini. Sehingga, secara tidak langsung mampu mengangkat dan mengharumkan nama Bali di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Bamsoet usai mengunjungi Kresna Ayu Painting Gallery di Bali, Jumat (21/4).

Baca juga :   Bamsoet Sambut Baik Perusahaan Jet Pribadi MJet Thailand Buka Investasi di Indonesia

Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III DPR RI bidang Hukum, HAM, dan Keamanan ini menjelaskan, salah satu karya lukis klasik Bali yang terkenal, diantaranya lukisan klasik Wayang Kamasan. Bahkan, lukisan klasik Wayang Kamasan ini telah ditetapkan oleh pemerintah Indonesia menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) pada tahun 2015.

“Pemerintah Indonesia pun telah mengusulkan lukisan klasik Wayang Kamasan sebagai Warisan Budaya Tak Benda kepada Intangible Cultural Heritage (ICH) United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO). Saya mendukung penuh agar lukisan klasik Wayang Kamasan ini bisa ditetapkan UNESCO sebagai salah satu warisan budaya dunia,” kata Bamsoet.

Baca juga :   Adhyaksa Awards 2024; Ini Harapan Ketua MPR terhadap Para Pemenang...

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila dan Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Pertahanan dan Keamanan KADIN Indonesia ini menerangkan, sebelumnya lukisan klasik Wayang Kamasan pada tahun 2018 pernah diusulkan pemerintah Indonesia kepada ICH UNESCO untuk ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda. Namun, masih belum berhasil karena ada beberapa hal yang perlu dilengkapi. Di tahun 2022 lalu, pemerintah kembali mengajukan lukisan klasik Wayang Kamasan kepada ICH UNESCO untuk ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda.

Baca juga :   Siap Pasang Badan, Bamsoet Dukung Panglima TNI Tetapkan Penyebutan OPM

“Seni lukis klasik Wayang Kamasan ini berkembang di Desa Kamasan, Kabupaten Klungkung, Bali. Seni lukis Wayang Kamasan memiliki ciri khas menampilkan potongan-potongan cerita yang diambil dari Kitab Sutasoma. Seperti Mahabharata, Ramayana, cerita Tantri, dan lainnya. Saat ini, di Desa Kamasan anak-anak desa sejak kecil dilatih untuk melukis dan mempertahankan seni lukis Wayang Kamasan. Kegiatan ini perlu mendapatkan dukungan penuh, baik dari pemerintah pusat ataupun daerah,” pungkas Bamsoet. (adi/red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *