Ketua MPR RI Bamsoet Dorong Pengembangan Bank Digital di Indonesia

  • Bagikan
MUDAHKAN NASABAH: Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo (tengah) saat menerima para pimpinan Kuai Kuai Belt and Road Holding Pte. Ltd, di Jakarta, Rabu (22/3).

INDOSatu.co – JAKARTA – Ketua MPR RI yang juga Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengapresiasi penandatanganan nota kesepahaman antara Kuai Kuai Belt and Roads Holding Pte. Ltd dengan PT Bder Ventures Indonesia untuk mengembangkan finansial teknologi service di Indonesia. Salah satunya dengan mengembangkan ekosistem bank digital di Indonesia. Peluang usaha lainnya juga mencakup kartu kredit, pasar modal, layanan pendanaan bersama berbasis teknologi informasi, hingga krypto.

Revolusi Industri 4.0 dan kemajuan teknologi informasi turut membuat disrupsi di dunia layanan keuangan. Salah satunya terlihat dari kehadiran bank digital yang memanfaatkan teknologi digital, telah membuat disrupsi di dunia perbankan. Melalui bank digital, bank tidak perlu lagi membuka banyak jaringan cabang, seperti umumnya bank tradisional.

”Masyarakat juga diuntungkan karena bank digital mengedepankan kecepatan dan fleksibilitas dalam layanan perbankan, sehingga dapat diakses kapan pun dan dimana pun,” ujar Bamsoet usai menerima Kuai Kuai Belt and Road Holding Pte. Ltd, di Jakarta, Rabu (22/3).

Baca juga :   Partai Golkar Segera Putuskan Berkoalisi di Pilpres 2024, Bamsoet Minta Panaskan Mesin Partai

Tampak hadir dalam pertemuan itu, antara lain, Director Kuai Kuai Belt Road Holdings Pte Ltd Wu Yanan, Indonesia Country Manager Leo Liu, Director of PT Inovasi Pembayaran Digital Prabowo, Director of PT Generasi Paham Investasi Nella, serta Indonesia Head of Operation Timothy. Hadir pula Direktur Utama PT Bder Venture Indonesia Junaidi Elvis.

Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III DPR RI bidang Hukum, HAM ini menjelaskan, Kuai Kuai Belt and Road Holding Pte. Ltd yang bermarkas di Singapura ini merupakan perusahaan global yang fokus pada penyediaan layanan konsultasi keuangan dan investasi. Menggabungkan teknologi informasi dengan pengetahuan keuangan profesional, untuk memberikan kesempatan kepada warga dunia agar dapat menikmati kehidupan keuangan di seluruh dunia.

Baca juga :   Bamsoet Dukung Penyelenggaraan Pesta Bona Taon Raja Rumahorbo 2023 di Bekasi

“Selain di Indonesia, Kuai Kuai Belt and Road Holding Pte. Ltd telah hadir melakukan investasi di berbagai negara seperti Hongkong, Vietnam, Bangladesh, India, dan Nigeria. Di Indonesia, mereka telah hadir dalam dunia usaha call center, remittance, payment gateway, mutual fund selling agent, serta P2P lending. Kini bersama PT Bder Ventures Indonesia mereka akan masuk ke ekosistem bank digital, memberikan kemudahan kepada warga Indonesia agar dapat mengakses layanan perbankan secara mudah dan cepat,” jelas Bamsoet.

Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Pertahanan dan Keamanan KADIN Indonesia dan Wakil Ketua Umum FKPPI ini menerangkan, potensi pertumbuhan bank digital di Indonesia sangat tinggi. Mengingat masih banyaknya masyarakat termasuk UMKM yang berada dalam kategori unbanked atau belum mengakses layanan perbankan.

Baca juga :   Lestari: Perlu Dorongan Partisipasi Generasi Muda untuk Pertumbuhan Sektor UMKM Nasional

Data Bank Dunia menunjukkan, ungkap Bamsoet, setidaknya terdapat 97,74 juta orang dewasa di Indonesia yang masuk kategori unbanked. Setara dengan 48 persen dari populasi dewasa di dalam negeri. Sehingga, pasar layanan keuangan seperti Bank Digital masih sangat terbuka di Tanah Air.

“Potensi pengembangan Bank Digital juga didukung penetrasi pengguna internet di Indonesia yang semakin kuat. Berdasarkan hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pengguna internet di Indonesia pada periode 2022-2023 sudah mencapai 215,63 juta orang. Meningkat 2,67 persen dibandingkan pada periode sebelumnya yang sebanyak 210,03 juta pengguna,” pungkas Bamsoet. (adi/red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *