INDOSatu.co – JAKARTA – Merebaknya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Jombang mendapat perhatian serius dari Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. Menyikapi kasus tersebut, LaNyalla meminta Bupati Jombang, Hj. Mundjidah Wahab memberi perhatian khusus terhadap penyakit DBD yang mulai mengancam warga itu.
LaNyalla berharap, Dinas Kesehatan Pemkab Jombang segera merespon kasus DBD tersebut. Harapannya, agar DBD tersebut tidak sampai menyebar lebih luas.
“Saya kira harus diberi perhatian dan penanganan serius serta cepat. Karena DBD memang butuh penanganan yang ekstra,” kata LaNyalla kepada INDOSatu.co, Selasa (8/2).
Senator asal Jawa Timur meminta kasus DBD itu perlu disikapi secara waspada. Sebab, kata dia, selain kasus aktif Covid-19 yang meningkat drastis dalam sepekan terakhir, juga terjadinya peningkatan kasus DBD.
“Sektor kesehatan harus segera diperkuat agar wabah tidak semakin merebak menyerang masyarakat. Segera diinstruksikan agar warga membersihkan lingkungan, apalagi saat musim hujan seperti sekarang ini,” saran mantan Ketua Umum PSSI itu.
Saat musim hujan dan terjadi genangan air, ungkap LaNyalla, maka nyamuk aedes aegypti akan banyak bersarang. Untuk itu, gerakan 3M yakni menguras bak mandi, menutup dan mengubur benda-benda yang dapat menampung air harus digalakkan kembali.
“Saya mengimbau agar dinas kesehatan Jombang segera mengambil langkah tepat dalam penanganan DBD dan Covid-19 dengan menyiapkan fasilitas kesehatan dan obat-obatan, agar masyarakat segera dapat tertolong dan juga tidak menimbulkan efek domino pada sektor lainnya,” tutur LaNyalla.
Kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, meningkat drastis dalam sepekan terakhir. Berdasarkan Data Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, kasus aktif Covid-19 pada Minggu (6/2) sebanyak 90 kasus. Sebanyak 46 pasien menjalani perawatan di rumah sakit dan 44 orang melakukan isolasi mandiri.
Catatan sehari sebelumnya, ada 29 orang positif Covid-19 yang menjalani perawatan di rumah sakit dan 21 pasien menjalani isolasi mandiri.
Senin (7/2), pembaharuan data Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang menunjukkan adanya penurunan kasus aktif Covid-19.
Pada Senin petang, jumlah kasus aktif Covid-19 sebanyak 83 kasus. Sebanyak 42 pasien menjalani perawatan di rumah sakit dan 41 orang melakukan isolasi. Pada saat kasus aktif Covid-19 mengalami peningkatan, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) juga meningkat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang Budi Nugroho mengungkapkan, sejak Januari hingga 7 Februari 2022, tercatat 30 warga terinfeksi demam berdarah. Dibandingkan tahun lalu, terdapat peningkatan dua kali lipat. Pada Januari hingga Februari 2021, tercatat ada 14 orang yang terkena DBD.
Lalu pada November-Desember 2021, terdapat enam kasus DBD. Secara kumulatif di tahun yang sama, jumlah kasus DBD sebanyak 68 orang, dua di antaranya meninggal dunia. (adi/red)