INDOSatu.co – JAKARTA – Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mengapresiasi langkah Kapolda Lampung yang akan memberi penghargaan kepada warga di wilayah hukumnya yang berani melawan begal.
Menurut LaNyalla, upaya tersebut merupakan terobosan positif untuk menekan angka kejahatan yang lumayan tinggi di Lampung.
“Patut kita dukung tawaran dari Polda Lampung ini, sebagai perlawanan terhadap aksi kejahatan. Hal itu juga bisa menumbuhkan rasa optimistis di kalangan masyarakat dalam memerangi tindakan kriminalitas,” kata LaNyalla, Ahad (17/4).
Dilanjutkan LaNyalla, pernyataan Kapolda Lampung, Irjen Hendro Sugianto, dapat menjadi resonansi keberanian warga untuk melindungi dan mempertahankan diri dari aksi kejahatan, sehingga akan mempengaruhi psikologis pelaku kejahatan.
“Jika digaungkan terus menerus, saya kira hal itu dapat menekan angka kejahatan, terutama kasus begal,” lanjut mantan Ketua Umum PSSI itu.
Kapolda Lampung juga menegaskan, pihaknya tidak akan memproses warga yang membela diri dan mempertahankan harta benda maupun nyawanya jika terancam tindak kejahatan.
“Pasalnya masyarakat sudah bosan dan marah karena ulah para begal yang tak segan melukai, bahkan membunuh korban. Aksi mereka sangat meresahkan dan mengganggu ketentraman dalam menjalankan aktivitas masyarakat. Di sisi lain, banyak juga kasus begal yang tidak dapat diselesaikan pihak kepolisian,” paparnya.
LaNyalla juga menyambut positif dibebaskannya Amaq Sinta yang berhasil melumpuhkan begal di Nusa Tenggara Barat. Sebelumnya, kasus ini ramai menjadi perbincangan publik karena korban begal malah ditetapkan jadi tersangka oleh polisi.
“Kita apresiasi langkah Kabareskrim yang kemudian menghentikan kasus aneh di NTB itu. Harapannya, aparat kepolisian bertindak cerdas dan profesional dalam menindaklanjuti peristiwa kejahatan,” tukasnya.
Senator asal Jawa Timur itu meminta seluruh jajaran kepolisian dimanapun menggencarkan penindakan kejahatan, terutama tindak pidana yang disebut C3, yakni pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor). (adi/red)