INDOSatu.co – JAKARTA – Calon Presiden nomor satu Anies Baswedan menghadiri Sarasehan DPD RI Bersama Calon Presiden 2024 di Jakarta, Jumat (2/2). Capres dari Koalisi Perubahan yang diusung artai NasDem, PKB, PKS dan Partai Ummat itu secara gamblang menjelaskan visi Indonesia ke depan.
Dalam pemaparan awalnya, Capres Anies kembali menekankan misi Indonesia adil makmur untuk semua yang berakar dari tujuan awal berdirinya negara Republik Indonesia.
“Visi yang kami susun adalah pernyataan tentang keadilan, tentang kesetaraan yang mencoba kembali pada asal-muasal mengapa republik ini didirikan,” terang mantan Rektor Universitas Paramadina, Jakarta itu.
Ketika republik ini didirikan dengan rahmat Tuhan yang Maha Kuasa, ujar Anies, berangkat dari sila pertama dan berakhir pada sila kelima.
“Tujuan akhir republik ini didirikan untuk menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh Indonesia. Namun, dalam perjalanan, republik ini mengalami kemajuan yang tidak setara. Ada daerah-daerah yang maju pesat, tetapi banyak daerah-daerah yang kemajuannya lambat, sehingga secara relatif tertinggal,” ujar Pemrakarsa Indonesia Mengajar itu.
Karena itu, lanjut dia, misi yang kami buat adalah Indonesia adil makmur untuk semua. Bukan cuma adil makmur, tetapi ditegaskan untuk semua.
”Pernyataan penegasan ini, kita menginginkan apa yang dirasa sebagai ketidaksetaraan, ketimpangan, menjadi prioritas utama untuk diselesaikan,” ujar mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini.
Sebagai ilustrasi, kata Anies, indeks pembangunan manusia di Jawa dan Sumatera angkanya 70, selisih 5 poin yang merupakan angka tahun 2022. Sementara 10 tahun sebelumnya di Jawa dan Sumatera angkanya 69.
“Jadi ketika kita melihat 5 poin, bukan semata-mata 5 poin, tetapi pandang sebagai 10 tahun selisihnya. Untuk mengejar ketertinggalan, tidak bisa dengan effort biasa saja. Harus ada langkah-langkah yang ekstra, karena bersamaan dengan kita hendak meningkatkan kualitas manusia, di kawasan luar Jawa dan Sumatera, pada saat bersamaan angkanya juga akan naik. Ketertinggalan itu, bila tidak diseriusi akan menimbulkan ketimpangan makin hari makin besar,” pungkas cucu Pahlawan Nasional, AR. Baswedan ini. (adi/red)