Kerap Jadi Momok Siswa, Antarkan Suparman Jadi Guru Besar Universitas Ahmad Dahlan

  • Bagikan
SEDERHANA-PENUH HIKMAH: Prof. Dr. Suparman MS, DEA menyampaikan pidato pengukuhannya sebagai Guru Besar bidang Ilmu Matematika Terapan pada FKIP UAD Yogyakarta.

INDOSatu.co – YOGYAKARTA – Sering mendengar siswa mengeluh pelajaran Matematika? Sebagian besar pasti tidak membantah soal pandangan itu. Bahkan, pelajaran hitung-menghitung itu kerap menjadi momok bagi pelajar, di semua tingkatan. Mulai SD hingga Perguruan Tinggi (PT).

Tak hanya saat Ujian Nasional (Unas), dalam pembelajaran sehari-hari pun, pelajaran Matematika seringkali ‘ditakuti’ siswa. Akan tetapi, gara-gara jadi momok dan ditakuti itu pula, justru mengantarkan Suparman, dosen Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) menjadi guru besar di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta.

Suparman layak diapresiasi karena telah mengabdikan dirinya untuk menekuni bidang yang sebetulnya sangat menyenangkan, namun menuntut motivasi tinggi dan semangat besar untuk belajar itu. Dengan tekun, Suparman mengajarkan Matematika menjadi pelajaran yang menyenangkan. Dia pun berhak menyandang gelar profesor.

Dengan gelar akademik tertinggi tersebut, lengkap sudah pemilik nama satu kata itu menjadi Prof. Dr. Suparman, M.Si., DEA. Tak hanya itu. Dengan pengukuhan profesor tersebut, Suparman menjadi guru besar ke-8 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Ahmad Dahlan (FKIP UAD) Yogyakarta. Tak main-main, Suparman menerima Surat Keputusan Kenaikan Jabatan Akademik Profesor dalam Bidang Ilmu Matematika Terapan.

Baca juga :   Buka SMASA Exchamp 2023, Bupati Lamongan Ajak Siswa Miliki Growth Mindset

Surat Keputusan Kenaikan Jabatan Akademik Profesor bagi Suparman itu diserahkan langsung oleh Rektor UAD Dr. Muchlas, M.T. yang didampingi oleh Sekretaris Badan Pembina Harian (BPH) UAD Ir. Asman Latif, di Kampus I UAD, di Jalan Kapas No.9, Semaki, Umbulharjo, Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Alumni S2 dan S3 dari Universitas Paul Sabatier, Toulouse, Prancis ini menjadi Guru Besar UAD baru dan satu-satunya di Bidang Ilmu Matematika Terapan untuk Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah V (LLDikti V).

Salinan Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Mendikbudristek RI) dibacakan oleh Rahman Hakim, S.E. selaku Penyelia Sumber Daya LLDikti V. Dilanjutkan dengan penyerahan salinan tersebut oleh Kepala LLDikti V Prof. drh. Aris Junaidi, Ph.D. kepada Rektor UAD untuk kemudian diberikan kepada Suparman.

Baca juga :   Masih PPKM, Unipa Indonesia Maumere Gelar Wisuda Daring

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dalam pengusulan kenaikan jabatan akademik ini. Perjalanan panjang untuk bisa sampai ke titik (profesor, Red) ini penuh dengan beragam bumbu cerita suka maupun duka di dalamnya,” ujar Suparman, dalam keterangan tertulis kepada INDOSatu.co, Sabtu (16/7).

Suparman menuturkan, proses dari sejak dirinya menjadi lektor sampai sekarang guru besar, memakan waktu hampir tujuh belas tahun lamanya. Dari perjalanan itulah, dia belajar banyak hal tentang kesabaran dan semangat pantang menyerah (tidak mudah putus asa).

Sementara itu, Rektor UAD Yogyakarta Dr. Muchlas, M.T. menyoroti perlunya akselerasi dalam meraih gelar guru besar akademik agar waktu yang dibutuhkan bisa lebih singkat. Menyikapi persoalan ini, mulai dua tahun terakhir, UAD melakukan upaya-upaya percepatan kenaikan jabatan akademik.

Baca juga :   Kembangkan Infrastruktur Akademik, UMY Bangun Gedung Sekolah Vokasi 6 Lantai

”Hal itu bisa dilihat dalam implementasi yang dilakukan melalui inkubasi 30 calon lektor kepala dan guru besar di UAD,” ungkapnya.

Menurut Muchlas, upaya ini akan terus diusahakan dan diupayakan. Dukungan sumber daya manusia (SDM) dan finansial harus terus digalakkan untuk mempercepat prosesnya.

“Saya berpesan kepada guru besar baru UAD yang kini gelarnya berubah menjadi Prof. Dr. Suparman, untuk melakukan pembinaan kepada para juniornya,” pintanya.

“Dengan pencapaian jabatan akademik tertinggi ini, tentu Saudara Suparman akan memiliki tanggung jawab yang lebih besar dari sebelumnya. Semoga bisa direalisasikan dalam bentuk bimbingan dan arahan untuk diberikan kepada para dosen muda,” imbuh Muchlas. (adi/red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *