INDOSatu.co – TEGAL – Pertarungan untuk mendulang suara di Jawa Tengah dipastikan kian ketat. Setidaknya, hal itu tergambar dari masifnya ketiga paslon capres-cawapres turun ke wlayah yang dikenal sebagai kandang banteng tersebut. Karena itu, dalam menggelar kampanye terbuka, pasangan Anies Baswedan-A. Muhaimin Iskandar (AMIN) kompak tampil bareng.
Kompaknya pasangan calon presiden (Capres) Anies Baswedan dan cawapres Muhaimin Iskandar (AMIN) terjadi saat berkampanye di Lapangan Pendawa, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, Selasa (30/1).
Seperti biasa, kedatangan Anies dan Gus Imin disambut puluhan ribuan pendukungnya. Bukan hanya dari Tegal, mereka datang dari berbagai daerah Kabupaten Tegal dan sekitarnya.
Hadir juga dalam kesempatan itu, sejumlah tokoh masyarakat. Seperti mantan Bupati Tegal Umi Azizah, Ketua DPW PKB Jateng KH Yusuf Chudlori, politisi NasDem Teguh Juwarno, dan beberapa politisi PKS.
Dalam kesempatan itu, Anies menyampaikan pesan perubahan kepada warga Kabupaten Tegal. Mulai dari perubahan harga pangan, pupuk, hingga lapangan pekerjaan. Menurutnya, perubahan ini bukan sekadar persoalan politik. Tetapi nasib Indonesia yang akan datang.
“Perubahan ini adalah perjuangan penuh tantangan. Misalnya kita mau kumpul saja, cari lapangan susah. Lapangannya ada, izinnya yang susah, nanti izin sudah dikantongi, ilang dari kantong,” kata Anies dalam keterangannya di hadapan pendukugnya.
Anies kemudian bertanya kepada ribuan pendukungnya, “Apa kita biarkan situasi ini? Maka itu perlunya perubahan,” kata Anies.
Di kesempatan itu, Anies mengatakan, Tegal adalah tempat yang memiliki kenangan. Anies mengaku senang bisa ke Tegal karena Tegal adalah tempat yang sering saya kunjungi saat kecil karena nenek saya berasal dari Tegal. ”Persisnya di Ujungrusi, tempat kelahiran nenek, kalau ke selatan sering ke Bumijawa,” kata Anies disambut riuh hadirin.
Karena itu, kata Anies Kabupaten Tegal adalah tempat untuk memulai perjuangan. “Dengan semangat dari Tegal ini, kita kirimkan semangat perubahan seluruh indonesia,” ujarnya.
Usai dari Kabupaten Tegal, Anies melanjutkan kampanye di kawasan Pantura dengan mengunjungi Desa Slatri, Kabupaten Brebes. Dalam kesempatan tersebut, selain menjanjikan perbaikan tata niaga pangan hingga menghidupkan kembali perekonomian kawasan Pantura, Anies juga menyoroti pentingnya pendidikan bagi anak-anak di kawasan Pantura.
“Mengapa pendidikan itu penting? Karena dapat membuka kesempatan yang luar biasa kepada siapapun yang mengaksesnya,” terang Anies di hadapan ribuan simpatisan yang memadati Padepokan Kalisoga, Brebes, Selasa (30/1).

Anies memberikan contoh sosok Sudirman Said dimana merupakan anak buruh tani namun berkat pendidikan dia mampu menjadi mapan dan sekarang dapat berkontribusi besar bagi masyarakat sekitar
“Pak Sudirman Said adalah contoh bagaimana anak dari kawasan Pantura mendapatkan pendidikan sebagai eskalator sosial ekonomi, sehingga kini beliau bisa memberi manfaat besar bagi masyarakat,” jelasnya.
Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 itu juga mengungkap bahwa potensi dan kemampuan anak-anak Indonesia itu sebenarnya amat luar biasa namun karena tak bertemu dengan kesempatan sehingga mereka sulit berkembang dan salah satu bentuk kesempatan itu adalah pendidikan terjangkau untuk semua.
“Kami sering bertemu anak-anak terutama di daerah Timur mereka sehat pintar dan punya kemampuan mungkin karena makan ikan, namun kemampuan itu tak bertemu dengan kesempatan sehingga ini yang harus kita dorong ke depan, termasuk di kawasan Pantura,” tegas Anies
“Bahwa pendidikan harus terjangkau untuk semua, kami komitmen membuat pendidikan bisa diakses siapa saja supaya anak-anak dari orang tua yang bukan siapa-siapa dikemudian hari menjadi seseorang yang berperan besar bagi bangsa,” tandasnya. (adi/red)