INDOSatu.co – JAKARTA – Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) sedang berduka. Amir JAI, Maulana Haji Abdul Basit Syahid meninggal dunia, Kamis (8/10). Tak heran para jemaat Ahmadiyah datang dari berbagai daerah ke rumah duka, untuk bertakziyah.
Bukan hanya itu. Mantan Menteri Agama, Lukman Hakim Syaifuddin juga bertakziyah ke rumah duka. Bahkan, Lukman juga sempat ikut salat jenazah untuk memberi penghormatan yang terakhir bagi Amir JAI tersebut. Juga Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso tampak bertakziyah ke rumah duka.
Yendra Budiana, Juru Bicara dan Sekretaris Pers JAI membenarkan meninggalnya Amir Ahmadiyah Indonesia tersebut. Almarhum, kata Yendra, meninggal dunia pukul 15.10 WIB, di RS Santosa, Kota Bogor. ‘’Beliau meninggal di rumah sakit dalam kondisi sakit,’’ kata Yendra ketika dikonfirmasi INDOSatu.co, Ahad (9/10).
Maulana Abdul Basit sendiri lahir di Bandung, 16 April 1951 dan wafat di Bogor, 8 Oktober 2022 pada usia 71 tahun. Maulana menjabat Amir Nasional Jemaat Ahmadiyah Indonesia selama 21 tahun, yakni mulai 1 Juli 2001 sampai dengan wafatnya, Sabtu (8/10).
Pengurus Besar Jemaat Ahmadiyah Indonesia merasa kehilangan figur panutan bagi jemaat. Karena itu, kata Yendra, Pengurus Besar Jemaat Ahmadiyah mengucapkan penghargaan yang setinggi-tingginya atas segala pengkhidmatan jiwa raga almarhum beliau yang tiada lelah selama dua puluh satu (21) tahun memimpin Jemaat Ahmadiyah Indonesia.
‘’Beliau memimpin JAI dengan penuh ketenangan, melewati segala ujian dan tantangan dengan senyuman, demi kemajuan nilai nilai Islam yang hakiki mewarnai negeri tercinta Indonesia dan terus mendorong putra putri Ahmadiyah Indonesia memberikan kontribusi yang terbaik untuk bangsa dan negara Indonesia,” kata Yendra.
Atas nama seluruh pengurus dan anggota Jemaat Ahmadiyah Indonesia, Yendra mengucapkan duka dan kehilangan yang mendalam atas kepergian almarhum serta mendoakan semoga almarhum ditempatkan di tempat yang terbaik di sisi Allah SWT.
Sudah menjadi tradisi atas dasar kemanusiaan di JAI, Amir Maulana Abdul Basit berwasiat agar saat meninggal kelak mendonorkan bagian terpenting di tubuhnya. Almarhum meminta agar kornea sepasang matanya didonorkan bagi yang membutuhkan. ‘’Dan, wasiat itu telah kami tunaikan, dan sudah kami serahkan kornea almarhum ke Bank Mata ’’ kata Yendra.
Saat ini kurang lebih 15.000 Jemaat Ahmadiyah Indonesia yang dianggap telah memenuhi syarat telah mendaftarkan diri untuk siap mendonorkan kornea mata untuk keperluan kemanusiaan. Untuk seluruh Indonesia, kata Yendra, kebutuhan untuk kornea sebanyak 3 juta orang.
‘’Dan yang sedang antre untuk mendapatkan donor sekitar 133 ribu, dan yang sudah terlayani baru 3.000 orang,’’ kata Yendra.
Selama ini, untuk mendonorkan kornea mata itu, JAI telah kerja sama dengan Bank Mata. Dulu ketika dipimpin Besari Ainun Habibie, sering menggelar kegiatan bersama untuk kepentingan kemanusiaan tersebut. Besari Ainun Habibie adalah istri mantan Presiden BJ Habibie. ‘’Sepeninggal Ibu Ainun, kita masih tetap konsen untuk kegiatan donor kornea tersebut,’’ pungkas Yendra. (adi/red)