Jelang Coblosan Pilkada, KPU Lamongan Gelar Konstitusional Training of Trainer

  • Bagikan
KERJA TERUKUR: Kegiatan Training of Trainer (ToT) Fasilitator dan Bimtek Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang diinisiasi Pemkab dan KPU Lamongan yang digelar di Lamongan Sport Center, Selasa (5/11) siang.

INDOSatu.co – LAMONGAN – Pemerintah Kabupaten Lamongan bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lamongan berkomitmen memberikan pelayanan yang prima, dalam penggunaan hak konstitusional kepada warganya dalam menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 27 November 2024 mendatang.

Komitmen tersebut terus diupayakan, salah satunya dengan menggelar Training of Trainer (ToT) Fasilitator dan Bimtek Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang digelar di Lamongan Sport Center, Selasa (5/11) siang.

Hadir untuk memberikan pengarahan, Plt. Bupati Lamongan Abdul Rouf. Pak Rouf, sapaan akrabnya, menuturkan bahwa, fasilitator, PPS dan PPK merupakan garda terdepan dalam menyelenggarakan pemilihan kepala daerah 2024. Ketiganya memiliki peran yang sangat krusial untuk memastikan setiap tahapan berlangsung dengan baik dan sesuai dengan ketentuan yang ada.

Baca juga :   Beri Ruang Belajar yang Sama, Lamongan Gelar Lomba MTW, MHQ, dan Azan Difabel

“Kita ketahui bahwa Pilkada kurang 22 hari lagi dilaksanakan. Sebagai penyelenggara pilkada, KPU akan memberikan pelayanan penggunaan hak konstitusional bagi pemilih. Seluruh Fasilitator, PPS, PPK harus memahami tugas masing-masing, yang akan dijelaskan pada kegiatan ini,” tutur Pak Rouf.

Pak Rouf juga menjelaskan, selain menjadi pelayanan kepada masyarakat, KPU punya tugas yang harus dilakukan oleh fasilitator, PPS, dan PPK, yakni menjalin komunikasi baik dengan panitia lain.

“Tantangan di lapangan pasti ada, agar dapat memberikan respon yang cepat dan tanggap. Maka komunikasi antar panitia harus terus dijaga dengan baik,” kata Pak Rouf.

Baca juga :   Hadir di Seminar "Turn Back Stunting", Bupati: Perlu Kolaborasi untuk Cegah Stunting

Sedangkan Kepala Divisi SDM dan Litbang KPU Provinsi Jawa Timur, Eka Wisnu yang hadir secara daring mengatakan, bahwa sebagai penyelenggara pilkada, anggota KPU diwajibkan untuk menjaga integritas, yang mana dapat ditunjukkan melalui kejujuran, kemandirian, adil, dan akuntabel saat menjalankan tugas.

Sementara itu, Kepala Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Kabupaten Lamongan, Erfansyah Syahrir bahwa, kegiatan ini akan memberikan bekal berupa pemahaman tugas, terutama saat melakukan pelantikan KPPS nanti. Ada 1.422 orang yang hadir saat ini. Dan ini baru sepertiga dari pasukan pilkada.

Baca juga :   Baru di Bojonegoro, Proyek Baru Dikerjakan, Dananya Sudah Cair 100 Persen

”Tahapan ini penting untuk memberikan pemahaman akan tupoksi masing-masing, sehingga saat puncaknya nanti (27 November) semua dapat memberikan pelayanan yang maksimal,” jelasnya usai membuka kegiatan Training of Trainer (ToT) Fasilitator dan Bimtek Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).

Erfansyah juga mengungkapkan, kemungkinan salah satu potensi tantangan panitia kedepan ialah cuaca hujan. Sebab, biasanya ada beberapa wilayah di Lamongan mengalami banjir saat musim hujan tiba. Namun hal tersebut tentu dapat diatasi dengan kolaborasi lintas sektoral. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *