INDOSatu.co – JAKARTA — Hasil survei nasional yang dilakukan lembaga Indo Riset merilis hasil Pilpres 2024 pada 19 Mei 2022 lalu. Seperti apa hasilnya?
Tokoh muda yang juga Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang dipasangkan dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) diprediksi memperoleh suara 47,7 persen. Pasangan tersebut diprediksi bakal mengalahkan pasangan Ganjar Pranowo–Erick Thohir (39,6 persen), andaikan Pemilu Presiden dilaksanakan pada saat ini. Demikian bunyi keterangan resmi survei Indo Riset dikutip INDOSatu.co, Ahad (29/5).
Secara individu, elektabilitas Anies Baswedan maupun AHY berada dalam posisi lima besar. Performance seperti itu jelas membuyarkan propaganda beberapa hasil survei yang diduga pesanan untuk mendongkrak calon-calon tertentu.
Survei itu sendiri dilakukan pada 11-17 April atas 1.096 responden di 34 provinsi yang dipilih secara multi-stage random sampling. Margin of error dari survei ini 2,96 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Survei Indo Riset yang merupakan anggota Persepi tersebut menemukan bahwa tiga kriteria utama yang menjadi pertimbangan terpenting bagi calon pemilih untuk mencoblos capres-cawapres pada Pilpres 2024 adalah jujur, merakyat dan tegas, baru kemudian diikuti oleh kinerja dan pengalaman.
Sementara itu, dari sisi partai politik, elektabilitas Partai Demokrat, dimana AHY menjadi Ketua Umum, berada pada posisi keempat, dengan 10,9 persen.
PDI-P mendapat Raihan (24 persen), Gerindra (13 persen), dan PKB (12 persen). Menyusul dibawah PD adalah Partai Golkar (9,9 persen) dan PKS (7,5 persen) dan Nasdem (4,3 persen).
Dari 15 parpol yang disurvei, diperkirakan hanya enam parpol ini yang lolos ambang batas parlemen (parliamentary treshold) 4 persen.
Sisanya diperkirakan tidak lolos, termasuk rekan Golkar dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yaitu PPP (3,7 persen) dan PAN (2 persen).
Parpol non parlemen seperti Perindo memperoleh elektabilitas 2,1 persen, Hanura 0,5 persen dan PSI dan PBB masing-masing 0,3 persen. Sementara, Partai Ummat diperkirakan memperoleh elektabilitas 0,2 persen. (*)