Hadiri Pengajian di Dander, Bupati Bojonegoro Bicara soal Pemerataan Pembangunan

  • Bagikan
LANTUNKAN TIBBIL QULUB: Bupati Anna (kerudung putih) disambut jamaah saat hadir di acara pengajian rutin yang digelar Fatayat dan Muslimat NU se-Kecamatan Dander, Kamis (9/2).

INDOSatu.co – BOJONEGORO – Turunnya hujan yang mengguyur tak menyurutkan jamaah pengajian di Kecamatan Dander menyambut kedatangan Bupati Bojonegoro, Anna Mu’awanah, di Masjid Jami’ Sholihul Huda di Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Kamis (9/2). Bupati Anna hadir di acara pengajian rutin yang digelar jamaah Fatayat dan Muslimat NU se-Kecamatan Dander.

Dalam sambutannya, Bupati Anna Mu’awanah menuturkan, selama dua tahun terakhir sudah tidak ada kegiatan rutin seperti pengajian ini. Apalagi, sampai saat ini pemerintah belum mengumumkan pandemi covid-19 ini menjadi endemi. Karena itu, masyarakat harus tetap waspada.

“Kalau sedang flu di rumah, harap pakai masker ya ibu-ibu. Sampaikan ke orang lain juga, kalau kondisi kita sedang kurang sehat. Sebab dalam masa pandemi ini, kita belum sepenuhnya bebas,” ungkap Bupati Anna.

Baca juga :   30 Finalis Masuk Grand Final Desainer Muda Bojonegoro 2023, Majukan Industri Fashion Daerah

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Anna juga mengajak para jamaah Fatayat dan Muslimat NU melantunkan shalawat tibbil qulub dengan harapan dapat terhindar dari penyakit zahir maupun batin. Dalam empat tahun ini, Bupati Anna mengklaim Bojonegoro sangat tenteram, dan proses pembangunan infrastruktur jalan berlangsung lancar dan aman.

“Yang belum mohon bersabar, insya Allah tahun 2025 tuntas. Karena Bojonegoro ini luas. Jalan-jalan yang menjadi kewenangan Pemkab di ruas kecamatan sudah tuntas. Yang belum itu jalan kewenangan desa. Pemkab sudah memberikan bantuan, tinggal menunggu waktu saja,” jelas dia.

Baca juga :   Berhasil Kendalikan Pandemi, Bupati Yuhronur: Sosial Ekonomi Masyarakat Kembali Bangkit

Bupati Anna juga menyampaikan bahwa angka perceraian di Bojonegoro saat ini naik. Bupati berharap, masyarakat komitmen dengan keluarga agar tetap terjaga keharmonisan rumah tangga. Selanjutnya, juga angka stunting, yakni anak yang lahir dengan kondisinya kurang sehat.

“Tolong ibu-ibu Fatayat dan Muslimat NU yang dalam kondisi hamil untuk terus kontrol ke puskesmas, ke bidan secara rutin untuk deteksi dini stunting guna penanganan lebih lanjut. Salah satunya pemberian kalsium, agar anak terlahir secara normal,” tandas dia.

Baca juga :   Pawai Budaya Bojonegoro Diberangkatkan Pj Bupati, Berlangsung Meriah, Hibur Warga

Lebih lanjut, Pemkab Bojonegoro berencana memberi insentif bagi calon pengantin (canting) pemula, yakni dengan ketentuan perempuan berusia 19 tahun dan laki-laki berusia 21 sesuai undang-undang pernikahan yang sudah cakap menikah sesuai dengan hukum perundang-undangan di Indonesia.

“insya Allah tahun 2023 ini Perbup jadi. Dan akan diberikan Rp 2 juta hingga Rp 2,5 juta bagi setiap pasangan. Hal ini baru disusun regulasinya, namun sambil getok tular dan disampaikan kepada tetangga ibu-ibu semua,” pungkas Bupati Anna. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *