INDOSatu.co – JAKARTA – Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) III Majelis Ulama Indonesia 2023 dihadiri oleh dua calon presiden (capres) Republik Indonesia di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, Sabtu (2/12). Dua capres tersebut adalah Anies Baswedan dan Prabowo Subianto. Kedua tokoh ini memberikan pidatonya secara terpisah dalam forum Mukernas III MUI.
Capres dengan nomor urut 1 Anies Baswedan, menyampaikan gagasan pentingnya kesetaraan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kesetaraan ini menjadi salah satu instrumen dalam mewujudkan kemakmuran bangsa. Anies mengucapkan terima kasih mendapat undangan di forum yang dihadiri para ulama se-Indonesia itu.
Dalam paparannya, Anies menjabarkan betapa besarnya kekayaan alam yang dimiliki negara Indonesia. Anugerah tersebut patut disyukuri dan harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk seluruh rakyat, bukan untuk sekelompok atau segelintir orang saja.
“Indonesia dikaruniai kekayaan alam dan budaya yang luar biasa besar. Dalam kelimpahan yang dimiliki bangsa ini, disayangkan distribusinya masih terasa ketimpangan. Tugas kita masih cukup serius dalam meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) di negeri ini,” kata mantan Rektor Universitas Paramadina, Jakarta itu.
Anies juga menyinggung perlunya pembangunan indeks manusia didukung dengan kualitas pendidikan yang baik. Alumni Doktor Northern Illinois University Amerika Serikat (AS) ini menyampaikan perlunya apresiasi diberikan kepada lembaga pendidikan swasta yang ada.
“Kita bisa mengapresiasi lembaga swasta ini dengan menggratiskan biaya Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) bagi mereka. Sebab, peran lembaga swasta sama besarnya dengan sekolah negeri dalam memberikan layanan pendidikan di Indonesia,” beber Anies.
Lembaga pendidikan swasta tidak boleh dianaktirikan dengan membebani mereka. Padahal, mereka juga mendidikan anak bangsa tanpa pandang bulu. ‘’Kita akan berlakukan kesetaraan antara lembaga pendidikan negeri dan swasta. Jasa para pendidik di sekolah swasta, sama besarnya dengan pendidikan yang mengajar di sekolah negeri,’’ kata mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) ini.
Sementara itu, di waktu yang berbeda, capres nomor urut 2 Prabowo Subianto menyampaikan rasa terima kasih sebab turut diundang dalam kegiatan Mukernas. Dalam kesempatan itu, dia menyoroti pentingnya kedaulatan yang harus dimiliki suatu bangsa.
“Indonesia harus menjadi bangsa yang kuat dan berdaulat, jangan mau didikte bangsa lain. Kita sudah punya sejarah kelam, masa-masa tersebut tidak boleh terulang kembali,” beber Prabowo dalam pidato kebangsaannya.
Belajar dari konflik yang terjadi pada bangsa-bangsa di Timur Tengah lain, dia menyebut penyerangan, diskriminasi, hingga genosida lahir salah satunya disebabkan bangsa tersebut belum memiliki kekuatan dan kedaulatan. Sejumlah peristiwa di berbagai negara ini, harus menjadi tolok ukur dan pelajaran bagi bangsa Indonesia.
“Di Timur Tengah ada perang saudara dan penjajahan dari bangsa lain. Bangsa kita jangan mau didikte dan mudah tersulut. Di sini pentingnya persatuan, sebagaimana yang sudah dikokohkan para pendiri bangsa dalam Pancasila. Tinggal kita merawatnya dengan baik,” ujarnya.
Kedua capres tersebut menyampaikan berbagai program unggulan yang ingin mereka wujudkan apabila terpilih dalam Pemilu 2024 mendatang. Apa yang disampaikan tersebut tujuannya sama, yaitu menyongsong Indonesia yang lebih baik. (*)