INDOSatu.co – JAKARTA – Alissa Qotrunnada atau Alissa Wahid, salah satu putri almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) marah besar. Penyebabnya, sejumlah individu di Probolinggo, Jawa Timur mengaku sebagai kader Gus Dur dan mendeklarasikan dukungan kepada pasangan calon presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dengan menggunakan kaos bergambar logo Jaringan Gusdurian.
Atas pencatutan tersebut, Gusdurian akan mengambil langkah hukum kepada siapa pun yang menggunakan logo Jaringan Gusdurian untuk kepentingan politik praktis. Sebagai Direktur Jaringan Gusdurian, Alissa Wahid pun mempertanyakan terkait narasi yang dilakukan sejumlah oknum tersebut untuk mendukung salah satu capres-cawapres dengan memakai atribut Gusdurian.
“Ini ngawur sekali. Tidak apa-apa kalau mau copras-capres, tapi kok bawa-bawa @GUSDURians, pake kaus Jaringan Gusdurian,” tulis Alissa melalui postingan X miliknya, Ahad (3/12).
Alissa pun meminta kepada siapa pun yang mengetahui oknum tersebut untuk segera memberitahu dirinya. Dalam unggahan Alissa melampirkan bukti tangkapan layar foto orang-orang yang sedang mendeklarasikan mendukung Prabowo-Gibran.
“Kalau ada yang tahu siapa orang-orang ini, infokan ke saya, mau saya twips. Mau saya tegur langsung,” tulisnya.
Melalui keterangan resmi, Jaringan Gusdurian mengeluarkan enam pernyataan sikap sebagai berikut: Pertama, Jaringan Gusdurian tidak berpolitik praktis dan tidak terlibat dukung mendukung caleg atau calon presiden dan wakil presiden mana pun.
Kedua, mengecam dengan tegas tindakan beberapa individu di Probolinggo yang mencatut logo Gusdurian untuk mendukung pasangan Prabowo-Gibran.
“Kami menilai tindakan ini sebagai bentuk penyalahgunaan simbol yang kami miliki yang seharusnya digunakan dengan integritas untuk menyampaikan pesan yang sesuai dengan nilai dan semangat perjuangan Jaringan Gusdurian,” bunyi keterangan tersebut.
Ketiga, meminta kepada individu-individu yang terlibat dalam pencatutan logo Jaringan Gusdurian tersebut untuk melakukan klarifikasi kepada publik melalui media massa dan media sosial. Keempat, Gusdurian akan mengambil langkah hukum kepada siapa pun yang menggunakan logo Jaringan Gusdurian untuk kepentingan politik praktis.
Kelima, Gusdurian mengajak semua pihak untuk mendukung proses politik dengan mengedepankan integritas dan kejujuran. Bersama-sama, mari wujudkan pemilu yang damai, jujur, adil, dan bermartabat. (adi/red)