Gelombang PHK Landa Industri Tekstil, Komisi IX DPR RI: Perketat Impor Produk China

  • Bagikan
PERLU DICARI SOLUSI: Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani meminta pemerintah memperketat impor tektil dari China menyusul banyak PHK keryawan di sektot industri tekstil tersebut.

INDOSatu.co – JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani meminta pemerintah agar mencari solusi atas tingginya tren Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di industri tekstil yang terjadi beberapa bulan terakhir di Indonesia.

“Pemerintah harus bersikap dan mencari solusi atas tingginya angka PHK di industri tekstil. Jangan tenang-tenang saja seolah tidak ada masalah,” ujar Netty kepada wartawan di Jakarta, para Rabu (4/9).

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) menyebutkan, sebanyak 46.240 pekerja mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) pada periode Januari 2024 hingga Agustus 2024.

Baca juga :   Pelaksanaan APBN 2022, Fraksi PKS: Kurang Memuaskan, Kalah dengan Negara se Kawasan

Menurut Ketua DPP PKS Bidang Kesejahteraan Sosial PKS ini, di balik setiap peristiwa PHK, harus dicermati kemungkinan adanya industri dalam negeri yang tumbang. “PHK dan tumbangnya industri, tentu berdampak pada perekonomian kita secara umum,” katanya.

Karena itu, Netty meminta pemerintah agar mengambil langkah tepat sebagai solusi mengatasi persoalan PHK di dalam negeri. Pemerintah harus fokus mengatasi masalah pada upaya perbaikan dan penyehatan perusahaan.

”Buat kebijakan yang dapat mendorong perusahaan kembali sehat secara keuangan dan juga proses produksi,” katanya.

Baca juga :   SP Parekraf Deklarasi di Lombok, Jumhur Didapuk Nakhodai untuk Lima Tahun Mendatang

Kebijakan job fair di banyak kota, lanjut Netty, sekilas tampak bagus dan menarik antusias masyarakat. Namun hal tersebut tidak menyelesaikan masalah industri yang tumbang dan gulung tikar.

Pada sisi lain, salah satu faktor yang menyebabkan tumbangnya industri tekstil dan garmen dalam negeri, papar Netty, adalah karena tidak kuat bersaing dengan barang impor dari China yang harganya jauh lebih murah.

“Produsen produk China bisa menjual murah ke pasar Indonesia karena mendapat subsidi dan kemudahan lain dari pemerintahnya. Artinya ada regulasi yang menguntungkan. Selain itu, patut ditengarai adanya praktik jual dan impor ilegal yang masuk ke Indonesia,” kata Netty.

Baca juga :   Terkait AD/ART Demokrat, SBY Akhirnya Buka Suara

Netty meminta pemerintah agar menyelidiki dan memperketat pengawasan produk impor serta memberantas praktik jual dan impor ilegal tersebut.

“Jika kondisi ini dibiarkan, tentunya akan semakin banyak industri dalam negeri yang tumbang dan memPHK karyawannya. Banyaknya PHK akan melahirkan generasi cemas, alih-alih generasi emas,” tambahnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *