Elektabilitas PDIP Turun, Nasdem Naik Setelah Usung Anies Baswedan

  • Bagikan
MAKIN TINGGI: Elektabilitas Anies Baswedan, mantan Gubernur DKI Jakarta terus mengalami kenaikan setelah dideklarasikan NasDem sebagai Capres awal Oktober 2022 lalu.

INDOSatu.co – JAKARTA – Elektabilitas PDIP menurun setelah Nasdem umumkan Anies Baswedan sebagai Capres 2024. Survei Populi Center mempublikasikan hasil survei elektabilitas PDIP di bulan Oktober turun menjadi 15,7 persen, dari 19,3 persen di bulan Maret, dan 21,2 persen di bulan Juli.

Peneliti senior Populi Center, Usep Saepul Ahyar,  menganalisis elektabilitas PDIP tersebut. Diduga turunnya elektabilitas PDIP itu berkaitan dengan agenda Partai Nasdem yang mengusung Anies Baswedan sebagai Capres 2024.

Baca juga :   Beredar Video Klarifikasi dari Hasnaeni, Farhat: Itu Video Dibuat Sebelum Lapor ke DKPP

Di sisi yang berbeda, Nasdem justru mengalami kenaikan elektabilitas pasca mengumumkan Anies Baswedan sebagai capresnya di 2024.

Elektabilitas Partai Nasdem meninggal di bulan Oktober menjadi 7,3 persen, ketimbang di bulan Juli 6,3 persen. Disusul elektabilitas Anies yang juga naik menjadi 26,3 persen, mengalahkan Prabowo di 23,5 persen.

“Anies saya lihat, setelah ada dukungan Nasdem itu kalau dibandingkan dengan Maret dan Juli, itu mengalami sedikit kenaikan,” kata Usep, di Kantor Populi Center, Jakarta.

Baca juga :   Soal Jumlah Jamaah Haji Tahun Depan, Menteri Agama Janjikan Lebih Banyak

Secara keseluruhan, paling tidak terdapat 7 partai politik yang mendapat persentase elektabilitas di atas 4 persen apabila pemilihan dilakukan hari ini.

Partai-partai tersebut yakni PDIP (15,7 persen), Gerindra (12,6 persen), Golkar (10,3 persen), PKB (7,8 persen), Nasdem (7,3 persen), PKS (6,4 persen), dan Partai Demokrat (6,3 persen). Sedagkan partai lainnya mendapatkan angka di bawah 4 persen.

Baca juga :   Anies Baswedan Isi Kajian Ramadan, RDK UGM: Sungguh Membanggakan

“Nasdem juga mengalami kenaikan kalau dibandingkan bulan Juli dan Maret. Kami menduga kenaikan ini ada hubungan positif dengan pencalonan terhadap tokoh yang dianggap punya elektabilitas tinggi di Pilpres 2024.”

“Kalau kita lihat dari pengalam Pilpres lalu, tokoh-tokoh ini memiliki efek ekor yang bisa membawa partai yang mendukungnya juga memiliki potensi untuk naik elektabilitasnya, itu saya kira,” kata Usep. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *