Elektabilitas Anies-Gus Imin (AMIN) Terus Meroket, Prof. Rizal: Yakinkan Publik Lewat Debat

  • Bagikan
TERKEREK BERKAT DEBAT: Capres Anies Baswedan dinilai positif oleh publik karena piawai dalam berdebat yang digelar KPU guna menghadapi Pilpres pada 14 Februari mendatang.

INDOSatu.co – YOGYAKARTA – Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Prof. Rizal Yaya, MSc, PhD punya ulasan menarik terkait terus meroketnya elektabilitas pasangan capres Anies Baswedan dan cawapresnya Muhaimin Iskandar.

Menurut Rizal, terus naiknya elektabilitas Anies-Gus Imin diharapkan akan terus terjadi hingga hari pencoblosan Pilpres 14 Februari 2024 mendatang.  Salah satu yang bisa mengerek elektabilitas, ungkap Rizal, adalah Debat Capres. Anies bisa meyakinkan publik lewat ajang tersebut.

“Dua kali debat capres, Anies selalu mendapatkan respons positif dari publik,” kata Rizal kepada wartawan, Selasa (30/1).

Rizal menilai, Debat Capres terakhir yang akan digelar pada Ahad (4/1) bakal menjadi momentum capres Koalisi Perubahan untuk kembali menaikkan elektabilitas. Anies dinilai mampu menguasai materi Debat Capres terakhir yang meliputi Kesejahteraan Sosial, Kebudayaan, Pendidikan, Teknologi Informasi, Kesehatan, Ketenagakerjaan, Sumber Daya Manusia, dan Inklusi.

Baca juga :   Dikenai Pasal Penistaan Agama, Gus Nur dan Bambang Tri Bakal Disidang di PN Surakarta

Guru besar Akuntansi Sektor Publik UMY ini mengungkapkan, dalam dua kali debat, Anies Baswedan mampu menunjukkan menguasai intelektualitas, penguasaan emosi, dan etika.

“Secara umum, pasangan AMIN terkerek dari acara debat. Anies sangat baik di debat satu dan dua. Gus Muhaimin kurang baik di debat pertama namun di debat kedua sangat hebat. Debat terakhir nanti, Anies akan kembali unggul,” jelasnya.

Hal lain yang membuat elektabilitas pasangan AMIN terkerek, yakni dengan model kampanye yang murah namun jangkauannnya luas. “Kampanye AMIN ini low cost high impact, seperti Desak Anies atau live TikTok. Itu sangat murah tapi hasilnya maksimal,” ungkapnya.

Baca juga :   MK Akhirnya Tolak Gugatan PSI, Batas Minimal Usia Syarat Capres-Cawapres Tetap 40 Tahun

Menurut dia, Anies juga mampu membangun kesadaran masyarakat. Anies yang menggambarkan kondisi bangsa, seperti harga sembako, pendidikan, kesehatan yang mahal; lapangan kerja dan pupuk sulit, mampu membangun kesadaran warga.

“Kesadaran yang dibangun Anies untuk perubahan, masalah repulik ini perlu diselamatkan disambut antusias warga. Masyarakat pun terpanggil berkontribusi untuk perjuangan,” jelasnya.

DWI TUNGGAL: Pasangan Capres Anies Baswedan-Cawapres A. Muhaimin Iskandar (AMIN).

Dia mengatakan, publik tahu Anies bukan orang kaya dan tidak didukung oligarki. “Kesadaran publik itu sudah muncul. Warga dengan sukarela keluar uang bikin APK atau share berita yang positif tentang Anies,” kata Rizal.

Baca juga :   NasDem Resmi Usung Anies Baswedan Jadi Capres, Surya Paloh: Anies yang Terbaik

Kesadaran masyarakat, kata alumni FE UGM Yogyakarta ini menambahkan, untuk berjuang dalam gerakan perubahan ini muncul di mana-mana. Begitu mudah ditemui.

“Contohnya di tempat saya, ada seorang terapis, orang biasa saja. Dia punya uang bangun rumah niatnya dikontrakkan untuk menghasilkan uang, namun dia jadikan rumah tersebut sebagai tempat kumpul relawan AMIN sebagai posko. Tanpa biaya sewa,” jelasnya.

Bahkan, kata Rizal, terapis itu juga tiap hari mengedarkan pamflet Anies-Muhaimin. “Itu terjadi di banyak tempat. Artinya sudah menjadi gelombang besar. Saya pikir banyak juga masyarakat yang mendoakan pasangan AMIN ini,” ungkapnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *