Efek Pertemuan Puan-AHY Bikin Rakyat Makin Cinta Anies Baswedan

  • Bagikan

INDOSatu.co – JAKARTA – Kritikus dan Pemerhati Politik Kebangsaan, Faizal Assegaf menilai, gerakan perubahan yang dimotori Anies Baswedan dan oposisi jelang Pilpres 2024 makin memberi dampak positif bagi dinamika politik nasional.

Isu perubahan tersebut efektif menyatukan berbagai keragaman elemen rakyat dan menyegarkan dinamika di kalangan elite partai menjelang Pilpres 2024. Pertemuan simbolik AHY dan Puan, bukti bahwa kehadiran Anies sebagai Capres berhasil mencairkan ketegangan antara kubu PDIP dan Demokrat.

Berbeda dengan Pilpres 2019, kata Faizal, ketika Demokrat ikut mengusung Prabowo, hubungan Puan, AHY, SBY dan Megawati terjebak dalam politik dendam yang sangat kaku dan tidak dewasa. Suka atau tidak, kini Demokrat yang berada dalam koalisi perubahan, menjadi lebih elegan.

Baca juga :   Dapat Dukungan dari Keluarga Besar Nahdlatul Ulama, Gus Imin: Jadi Motivasi Besar AMIN

Harus diakui, kata Faizal, ihwal itu tidak lepas kontribusi besar gaya politik intelektual dan pencerahan dari Anies Baswedan. Tak heran, dampak dari pertemuan simbolik Puan dan AHY bikin rakyat makin mencintai Anies.

Rakyat, kata Faizal, sudah muak dengan perilaku politik kotak-kotak rezim Jokowi. Anies dan oposisi berhasil memuluskan jalan bagi AHY dan Puan bertemu secara dewasa.

Baca juga :   Sikapi Politik Usai Pilpres 2024, Haedar Nashir: Muhammadiyah akan Tetap Netral

“Dan PDIP terpaksa keluar dari gelapnya politik gorong-gorong rezim Jokowi,” kata Faizal Assegaf dalam akun twitter-nya yang mengizinkan dikutip INDOSatu.co, Senin (19/6).

Secara kalkulasi politik, kata Faizal, pertemuan simbolik AHY dan Puan berpeluang mengikat silaturahim antara SBY dan Megawati. Guna mengakhiri dendam politik yang tak semestinya.

“Jika AHY dan Puan dapat menyatukan Mega dan SBY, maka dampaknya tentu efektif meredam intervensi politik kekuasaan untuk menjegal Demokrat di Mahkamah Agung,” kata Faizal.

Baca juga :   Kampanye di Bantul, Yogyakarta, Anies Baswedan Ingatkan Negara Bukan Milik Keluarga

Semoga, kata Faizal, kemesraan SBY dan Megawati kembali bersemi. Kedua tokoh boleh saja berbeda politik, namun harus punya tanggung jawab moral membangun demokrasi yang lebih sehat. Untuk tujuan yang mulia itu, tentu sangat diharapkan oleh Anies dan seluruh rakyat Indonesia.

“Terima kasih Anies, anda telah berhasil menyegarkan politik yang bermartabat jelang Pilpres,” pungkas Faizal. (adi/red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *