Dukungan ke Anies Akan Terus Membesar, Kang Jana: Makin Dihambat, Tak Bisa Dibendung

  • Bagikan
LAUTAN MANUSIA: Capres Partai NasDem, Anies Baswedan selalau mendapat sambutan luar dari rakyat Indonesia.

INDOSatu.co – JAKARTA – Upaya sejumlah pihak untuk menghambat bahkan menggagalkan safari politik yang kini tengah dijalankan Anies Baswedan dipastikan gagal. Meski berhasil untuk sementara, namun bendungan tersebut pada akhirnya akan jebol mengingat dukungan kepada bakal calon presiden dari Partai NasDem tersebut ibarat aliran air yang semakin membesar.

“Simpati masyarakat akan semakin meluas, sehingga jumlah pendukung akan terus bertambah dan energinya akan menjadi besar sekali. Sekuat apa pun halangan dan bendungan yang dibuat, insya Allah akan dapat dilewati dan diatasi dengan mudah,” jelas tokoh KAHMI, Sujana Sulaeman, dalam keterangannya, Kamis (1/12).

Pria yang akrab disapa Kang Jana Tèa ini menyampaikan hal itu terkait upaya sejumlah pihak untuk menghalangi-halangi safari politik Anies Baswedan. Setelah Tasikmalaya dan Ciamis, meski gagal, kini upaya menghambat bakal calon presiden dari Partai NasDem itu muncul juga di Aceh.

Baca juga :   Tolak Dana Zakat untuk MBG, Komisi IX: Lebih Pas Diambil dari Dana Cukai Rokok

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh mencabut izin penggunaan Taman Ratu Safiatuddin Banda Aceh untuk kegiatan jalan sehat dan panggung silaturahmi masyarakat bersama Anies Baswedan pada Sabtu (3/12)  hari ini.

Kang Jana mengingatkan, dulu waktu belajar di sekolah, salah satu yang diajarkan kepada siswa adalah tentang siklus air di bumi. Bahwa air di laut, danau, sungai dan tempat-tempat lainnya menguap dan menjadi awan karena mengalami pemanasan oleh matahari kemudian diturunkan kembali ke bumi dalam bentuk hujan.

Hujan di pegunungan kemudian menjadi mata-mata air dan berlanjut menjadi sungai-sungai kecil. Dalam perjalanannya ke dataran rendah, bergabunglah sejumlah anak-anak sungai. Sungai yang semula kecil itu berubah menjadi besar dan akhirnya sampai ke laut.

Baca juga :   Fadel Muhammad Buka Usulan Pemisahan Ditjen Pajak dari Kemenkeu

“Fenomena Anies Baswedan belakangan ini bagaikan air sungai tadi. Awalnya kecil saja, kemudian bergabung berbagai komponen masyarakat pendukung antara lain, partai politik, kaum intelektual, kaum ibu, pemuda, mahasiswa, petani, buruh, nelayan dan komponen masyarakat lainnya,” bebernya.

Seiring dengan berjalannya waktu, kata Kang Jana, semakin ke hilir dukungan tersebut menjadi semakin besar. Fenomena ini dapat dilihat dalam berbagai hasil survei popularitas dan elektabilitas Anies Baswedan yang terus menaik dan membesar.

“Upaya dari sejumlah pihak untuk menghambat dan membendung laju pergerakan aliran air ini, akan berhasil hanya untuk sementara waktu saja. Aliran air ini akan berkumpul, bertambah besar jumlah dan energinya serta akhirnya akan melampaui serta melewati hambatan atau bendungan apa pun yang dibuat oleh para penghambat,” paparnya.

Baca juga :   Soal Hak Angket, Anies Bertemu dengan Surya Paloh dan Muhaimin Iskandar

Karena itu, kata Kang Jana, kepada para pihak yang bermaksud menghambat laju Anies Baswedan dengan melarang atau menghambatnya melakukan safari bertemu dengan para pendukung dan simpatisannya serta “berbelanja” permasalahan yang dihadapi masyarakat di seluruh wilayah Indonesia, diyakini akan sia-sia.

“Aliran air ini insya Allah akan sampai ke tujuannya. Itulah sunatullah alias takdir air yang mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah. Dari gunung bermuara di laut. Insya Allah aliran air Anies Baswedan ini juga akan sampai ke laut atau tujuan akhir, yaitu menjadi Presiden RI pada tahun 2024,” ucapnya.

“Anies Baswedan akan sampai di lautan harapan rakyat Indonesia. Akan datangnya perubahan yang membawa kemajuan, kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” sambung Kang Jana. (adi/red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *