Dukungan Anies Baswedan pada Pramono Anung dan Rano Karno: Strategi Politik yang Cerdas

  • Bagikan
PENUH KEAKRABAN: Anies Baswedan (dua dari kiri) membersamai Forum Ulama Habaib (FUHAB) bersama Pramono Anung-Si Doel Rano Karno yang bersilaturrahmi di pendopo kawasan Lebak Bulus, Jakarta. (foto: Facebook Anies Baswedan)

INDOSatu.co – YOGYAKARTA – Dukungan Anies Baswedan kepada pasangan Pramono Anung dan Rano Karno dalam Pilkada 2024 menarik perhatian banyak pihak. Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Dr. Muhammad Chirzin, menyebut langkah ini cerdas dan penuh pertimbangan strategis.

“Dukungan Anies kepada Pram-Rano adalah simbol keberpihakan pada kuda hitam yang mampu membuat kejutan di tengah dominasi paslon dari rezim,” ungkap Prof. Chirzin kepada wartawan, Rabu (20/11).

Prof. Chirzin mengatakan, dalam beberapa pernyataannya, Anies menyebut pentingnya melihat rekam jejak calon pemimpin. Ia menegaskan, jangan hanya melihat apa yang akan dikerjakan, tetapi apa yang sudah dilakukan.

Baca juga :   PKS Diyakini Tetap Dukung Anies, Pengamat Sebut Tawaran Kubu Jokowi-Prabowo Bakal Sia-sia

“Pernyataan ini menjadi dasar kuat bagi Anies untuk mendukung paslon yang diyakininya dapat membawa perubahan menuju perbaikan,” ungkapnya.

Dia mengatakan, sejumlah pihak beranggapan bahwa pasangan Pram-Rano dianggap kecil. Hal ini didasarkan dari segi partai pengusung. Pram-Rano hanya diusung PDIP, sementara Ridwan Kamil-Suswono diusung banyak partai. Hitung-hitungan perolehan suara kursi di DPRD Jakarta jauh lebih banyak. Apalagi, Ridwan Kamil-Suswono didukung rezim, termasuk Jokowi.

Namun, Prof. Chirzin mengingatkan bahwa Anies sendiri pernah menjadi “kuda hitam” dalam Pilkada DKI Jakarta 2017. Saat itu, ia berhasil mengalahkan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), meskipun awalnya diragukan.

Baca juga :   Batal Diusung PDIP, Megawati Dikabarkan Pilih Pramono-Rano Karno di Pilgub Jakarta

“Saya melihat dukungan Anies ini bisa mendongkrak, apalagi Anak Abah (pendukung Anies) sudah membaca sinyal kuat bahwa Anies mendukung Pram-Rano,” jelasnya.

Langkah politik Anies ini juga mencerminkan upaya konsolidasi kekuatan oposisi. Menurut Prof. Chirzin, keberadaan oposisi yang solid adalah elemen penting dalam menjaga kesehatan demokrasi di Indonesia.

“Dukungan ini memberikan sinyal bahwa Anies konsisten dengan prinsip check and balance terhadap pemerintah saat ini,” tambahnya.

Selain itu, ia menilai bahwa pasangan Pram-Rano memiliki potensi untuk menarik simpati pemilih di Jakarta, terutama dari kelompok yang selama ini mendukung Anies. Dengan rekam jejak masing-masing kandidat, mereka dinilai mampu menghadirkan alternatif segar dalam kontestasi politik yang cenderung didominasi tokoh-tokoh dari partai besar.

Baca juga :   NasDem Ikuti Langkah DPW PKB Jakarta, Wasekjen PKB Mengaku Bersyukur

“Pasangan ini tidak boleh diremehkan. Mereka punya strategi dan momentum yang bisa mengubah peta kekuatan di Pilkada 2024,” tegas Prof. Chirzin.

Prof. Chirzin juga menyoroti bahwa Jakarta sebagai pusat politik dan ekonomi nasional akan menjadi panggung utama yang menentukan kemenangan paslon. “Jika pasangan Pram-Rano berhasil memanfaatkan sentimen perubahan dan dukungan grassroots, mereka punya peluang besar untuk menang,” pungkasnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *