INDOSatu.co – JAKARTA – Rilis Bloomberg yang menempatkan Indonesia menjadi 15 negara di dunia yang berisiko mengalami resesi, sampai juga ke telinga para anggota DPR RI di Senayan. Salah satunya Kamrussamad, anggota Komisi XI DPR RI.
Dia mengingatkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati agar jangan menganggap remeh resesi ekonomi saat ini. Sebab jika lengah, tidak mustahil Indonesia akan mengalami nasib yang sama seperti Sri Lanka. Karena itu, semua harus waspada.
“Meski struktur dan fundamental ekonomi Indonesia dikatakan jauh lebih baik dibandingkan dengan apa yang terjadi di Sri Lanka, namun bukan berarti bebas ancaman resesi,” ujar Kamrussamad dikutip dari dpr.go.id, Ahad (17/7).
Diketahui, dalam survei Bloomberg tersebut, terdapat beberapa negara lain yang terancam resesi, seperti Korea Selatan, Jepang, China, Hongkong, Australia, Taiwan, Pakistan, Malaysia, Vietnam, Thailand, Filipina, Indonesia, lalu India.
Probabilitas resesi Indonesia dalam survei tersebut berada di angka 3 persen.Angka tersebut jauh di bawah tingkat probabilitas resesi di beberapa negara ASEAN lainnya, seperti Filipina (8 persen), Thailand (10 persen), Vietnam (10 persen), dan Malaysia (13 persen).
Karena itu, Kamrussamad mengingatkan probabilitas tersebut agar menjadi perhatian pemerintah, terlebih saat ini, Cadangan Devisa (Cadev) Indonesia sudah berkurang sekitar 12 miliar dolar AS sejak September 2021.
“Cadev itu terus berkurang dalam empat bulan terakhir ini. Apalagi ditambah tren capital outflow akibat kenaikan suku bunga The Fed,” pungkas Politisi Partai Gerindra tersebut. (*)