Dinilai Tim Surveyor LAM-PTKes, RSUD dr. Soegiri Berpotensi Jadi RS Pendidikan Dokter Spesialis

  • Bagikan
NAIK TINGKAT: Ketua Asesor I Tim Surveyor LAM-PTKes, Dedi Rachmadi mengatakan, RSUD dr. Soegiri Lmongan dinilai memiliki potensi besar menjadi RS Pendidikan Spesialis.

INDOSatu.co – LAMONGAN – Rumah Sakit dr. Soegiri, Lamongan, Jawa Timur, sebagai rumah sakit pendidikan utama program profesi dokter Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya, menerima kunjungan tim Surveyor Assessment Lapangan Luring LAM-PTKes, Selasa (10/1).

Penilaian tersebut sebagai salah satu langkah untuk meningkatkan kesehatan masyarakat di Lamongan sekaligus peningkatan kualitas Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surabaya.

Dedi Rachmadi, Asesor I Tim Surveyor LAM-PTKes mengatakan, terdapat beberapa langkah yang akan dilakukan selama 4 hari (8-11/1), salah satunya yang berkaitan dengan rumah sakit pendidikan. Mulai dari proses belajar mengajar, ketersediaan fasilitas, sarana prasarana, hingga lainnya.

“Kami ke sini (RSUD dr. Soegiri, Red) bertujuan untuk memotret yang sebenarnya sudah ada di buku kinerja. Apakah yang ada di buku laporan dan di lapangan sudah sesuai, kegiatan belajar mengajarnya berjalan, jumlah kasurnya cukup, yang nanti kita potret dan kita laporkan ke LAM-PTKes,” tutur dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Padjajaran, Bandung itu.

Baca juga :   Tingkatkan Kesejahteraan Petani Tembakau, Lamongan Gelontorkan Dana Bagi Hasil Cukai

Selain itu, Dedi mengungkapkan, RSUD dr. Soegiri dinilai memiliki potensi besar menjadi RS Pendidikan Spesialis. “Tadi saya masuk dan melihat dari luar maupun dalam RS Soegiri ini sebagai RS pendidikan utama sangat cocok. Malahan, ini bisa saja dikembangkan menjadi RSUD pendidikan dokter spesialis,” ujarnya.

Melihat tak hanya keberlangsungan proses belajar mengajar yang berjalan, namun juga adanya dukungan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan dalam meningkatkan dan memajukan ekosistem kesehatan masyarakat.

Baca juga :   Komitmen Turunkan Stunting, Pemkab Lamongan Terima Insentif dari Pemerintah

“Saat ini pemerintah sedang mendorong Academic Health System (AHS) yang merupakan model kerja sama terintegrasi antara perguruan tinggi (Kakultas Kedokteran), rumah sakit, dan pemerintah daerah. Dan alhamdulillah dukungan kuat Bapak Bupati sangat luar biasa,’’ kata Dedi.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi menuturkan, melalui kerja sama tersebut, dapat memberi dampak yang lebih luas kepada masyarakat Lamongan dan sekitarnaya.

“Banyak hal yang kita peroleh dari kerja sama yang kita kerjakan ini. Saling bersinergi, masing-masing saling melengkapi dan mendorong untuk menjadi lebih baik dan tentu agar kualitas juga lebih meningkat,” tutur Pak Yes, sapaan akrab Bupati Yuhronur.

Baca juga :   Lantik 16 Dokter Baru FKIK UMY, PP Muhammadiyah Ingatkan Tanggung Jawab Moral

Pak Yes berharap, dengan adanya assesment tersebut, dapat menjadi dorongan RS dr. Soegiri untuk berbenah, menjadi RSUD yang mampu memberikan pelayanan serta inovasi-inovasi kesehatan terbaik di masyarakat.

Sedangkan Direktur RSUD dr. Soegiri Lamongan, dr. Moh. Chaidir Annas mengungkapkan, assesment kedua kalinya di RSUD ini telah dipersiapkan jauh lebih matang dibandingkan assessment di tahun 2019 lalu.

“RSUD Soegiri telah melengkapi sarana prasarana, baik pelayanan, penunjang pelayanan, sarana umum, sarana pada instalasi, kebutuhkan SDM termasuk dokter, dan di tahun ini ada 27 mahasiswa dokter muda sudah lulus menjalani Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD),” pungkas Chaidir Annas. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *