INDOSatu.co – JAKARTA – Meski diungkapkan dengan mimik dan bahasa jowo ngoko, tidak akurnya Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar dengan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, juga terhadap Yenny Wahid, makin terbuka. Mereka saling sindir di muka umum.
Saat diminta komentar terkait pernyataan Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya yang menegaskan tidak ada salah satu partai politik yang ada di Indonesia saat ini atas nama NU, Cak Imin, sapaan akrab Muhaimin Iskandar, justru malah senyum-senyum.
Cak Imin seolah tidak mau ambil pusing terkait pernyataan Gus Yahya, meski keduanya berseberangan. Menurut Cak Imin, pernyataan Gus Yahya tidak perlu dibahas.
“Itu barang lawas enggak usah dibahas,” kata Cak Imin seraya tertawa usai memberikan pidato kebangsaan di Gedung Joang 45, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (11/8) malam.
Tak hanya Gus Yahya, Cak Imin juga tidak ingin menanggapi terlalu jauh ketika dimintai tanggapan soal Yenny Wahid. Yenny dikabarkan menyatakan siap maju menjadi bacawapres. “Wis gak usah dibahas itu, barang lawas kabeh iku,” kata Cak Imin sambil menghindari wartawan menuju mobil yang sudah menunggunya.
Sebelumnya, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menegaskan bahwa, tidak ada salah satu partai politik yang ada di Indonesia saat ini atas nama NU.
“Tidak ada partai atas nama NU, tidak ada,” kata Gus Yahya kepada wartawan di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Senin (7/8).
Sekalipun PKB, Gus Yahya menegaskan bukan atas nama NU. PKB, katanya hanya dilahirkan oleh NU. Ia menyebut, pada saat itu warga NU meminta agar NU membentuk partai politik.
Sejak Gus Yahya menjadi ketua umum, hubungan antara PBNU dan PKB terlihat renggang. Dalam beberapa kali statemennya, Gus Yahya sering menyindir Cak Imin. Hal ini berbeda saat PBNU masih dipegang kendali KH Said Aqil Siradj. PBNU dan PKB punya hubungan yang harmonis. (*)