INDOSatu.co – JAKARTA – Aktivis Lieus Sungkharisma meninggal dunia. Kabar duka tersebut dikonfirmasi Ketua GP Mania, Immanuel Ebenezer atau Noel yang mendapatkan informasi dari pihak keluarga duka dan staf mendiang.
“Iya betul, beliau (Lieus Sungkharisma, Red) meninggal dunia,” kata Noel saat dihubungi INDOSatu.co via ponselnya, Rabu (25/1).
Noel mengaku turut bersedih dan berduka ketika dikabari salah seorang keluarga duka dan staf Lieus, bahwa yang bersangkutan meninggal. Noel menganggap Lieus orang yang baik. Lieus juga dianggap Noel merupakan teman diskusi yang jujur.
‘’Meski kita beda pandangan politik, tidak membuat kita renggang, justru malah sebaliknya.’’ kata Noel.
Informasi keluarga, kata Noel, meninggalnya Lieus karena serangan jantung. Padahal, sebelumnya, dia sempat bertemu dengan Lieus dan bicara banyak soal kebangsaan. ‘’Waktu ketemu yang sehat-sehat saja. Tadi malam dikabari keluarga duka bahwa beliau meninggal,’’ kata Noel.
Bagi Noel, Lieus adalah pejuang demokrasi yang sesungguhnya. Meski beda pandangan politik, Lieus tetap bersahabat denga semua kalangan. Dan Lieus juga sebagai pribadi yang jujur.
‘’Itu hebatnya Pak Lieus. Tidak ada yang ditutup-tutupi kalau bicara, semua mengalir begiu saja. Sebagai Ketua Jokowi Mania, saya merasa ikut kehilangan beliau,’’ kata Noel.
Kiprah Lieus selama terhadap isu-isu kerakyatan dan selalu terrdepan membela orang-orang terzalomi. Sebelum meninggal dunia, Lieus Sungkharisma selaku perwakilan umat Buddha, vokal membela mantan Menpora Roy Suryo terkait unggahan meme stupa Candi Borobudur yang diedit mirip Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).
“Harus dibela ini (Roy Suryo, Red). Bahkan beliau orang yang pertama melaporkan akun yang mengubah patung Buddha menjadi muka Jokowi,” ucap Lieus pada September 2022 ketika berbincang dengan wartawan media ini.
Lieus juga tak keberatan menjadi tameng Roy Suryo. Sebagai perwakilan umat Buddha, Lieus mengaku tak tersinggung dengan meme stupa mirip Jokowi. Lain halnya jika stupa itu diedit dengan muka hewan.
Aktivis Tionghoa itu yang memiliki nama asli Li Xue Ciung itu meninggal karena serangan jantung mendadak. Dia sempat dibawa ke Rumah Sakit (RS) Pondok Indah, Jalan Boulevard Bintaro Jaya, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, Selasa (24/1), namun nyawanya tidak tertolong. (adi/red)