INDOSatu.co – BOJONEGORO – Diduga akibat broken home, SM, pelajar kelas 9 SMP Negeri 1 Trucuk, Kabuaten Bojonegoro mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri. Peristiwa tersebut dilakukan pelaku sekaligus korban di belakang rumah dengan cara gantung diri, tepat di kamar WC, yang sudah tidak terpakai, Ahad (6/8).
Kronologi aksi bunuh diri itu bermula ketika Ayah SM mencari putrinya, namun belum berhasil ditemukan. Beberapa saat kemudian, tetangganya menemukan dan mengabari bahwa, SM di rumah bagian belakang, tepat di kamar WC yang tidak terpakai pada pukul 19.00 WIB dalam keadaan meninggal dunia.
Edy Mulyanto, selaku wali kelas mengaku kaget ketika mendengar salah satu siswanya tewas akibat gantung diri. “Saya kaget. Tadi malam tapi kejadiannya sore, isya itu sudah diketemukan kondisinya sudah meninggal. Saya dihubungi, saya kaget. Nggak menyangka gitu lo, karena sebelumnya nggak ada firasat apa-apa.” ungkap Edy.
Ketika ditanya keseharian SM saat di sekolah, Edy mengatakan bahwa SM merupakan siswa yang cukup aktif dalam organisasi, terutama aktif di kegiatan Palang Merah Remaja (PMR).
“Saya kebetulan wali kelasnya. Anak ini kelas 9 SMPN 1 Trucuk, kebetulan saya wali kelasnya. Kalau kesehariannya anak ini standar ya. Nggak pendiam, juga ya nggak ceria, standar. Tapi kalau kegiatan sehari-hari standar aktif, bahkan ikut organisasi PMR. Ini satu kelas full teman-temannya ikut ke sini (takziyah, Red) bareng-bareng untuk mendoakan almarhumah,.” tambah nya.
Menurut Edy, tidak ada firasat maupun tanda tanda yang ditunjukkan SM. Dimata teman-teman kelasnya, SM seperti kebanyakan siswa yang lain.
“Info dari temannya sih nggak ada masalah apa-apa di sekolah. Anak ini cenderung diam, tapi diamnya ceria gitu loh. Cuma baru-baru ini, Sabtu kemarin agak beda kata teman dekatnya. Ada sesuatu yang terpendam di hari Sabtu itu. Dan itu juga mendadak, keluarganya juga bilang nggak ada firasat apa-apa.” pungkas Edy.
Kapolsek Kecamatan Trucuk AKP Supriyono ketika dikonfirmasi INDOSatu.co membenarkan adanya kejadian tersebut. Saat ini masih dalam penyelidikan petugas, termasuk apa yang menjadi penyebab terjadiya aksi bunuh diri itu. Apalagi, kasus ini dialami oleh siswa pelajar aktif.
“Ya, benar. Kami mendapat laporan pukul 20.15 WIB,” ungkap Supriyono kepada INDOSatu.co melalui jejering WhatApp, Senin (7/8) pagi. (*)