INDOSatu.co – BOJONEGORO – Berikhtiar untuk memenangkan pasangan capres Anies Baswedan dan cawapres Muhaimin Iskandar (AMIN) di Bojonegoro, tim relawan Jaringan Nasional (JARNAS) AMIN melakukan silaturahmi dengan Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah setempat. Pertemuan berlangsung di salah satu ruang Kompleks Masjid At-Taqwa, Bojonegoro.
Dalam pertemuan itu, hadir langsung Ketua PD Muhammadiyah Suwito, Wakil ketua Ustad Zaenudin serta sejumlah pengurus PD Muhammadiyah Bojonegoro. Sedangkan dari Jarnas AMIN, hadir 20 pengurus dalam pertemuan tersebut.
Ketua DPD JARNAS AMIN Bojonegoro, Alham M. Ubey, mengatakan bahwa, tujuan silaturrahmi ini demi merajut visi dan misi pemenangan pasangan AMIN di Bojonegoro dan secara nasional.
“Kita tahu, Muhammadiyah adalah ormas terbesar setelah NU. Jumlah warganya besar, maka kami sangat berharap seluruh warga Muhammadiyah mau mendukung pasangan AMIN, pasangan yang menurut saya sangat agamis, nasionalis, dan cerdas,” kata Alham.
Bagi warga Muhammadiyah, sosok Anies Baswedan sudah tidak asing lagi. Tanpa penjelasan yang mendalam pun. warga sudah persyarikatan Muhammadiyah sudah tahu. Meski demikian, Alham khawatir kemungkinan adanya rayuan, bujukan dari pihak lain agar Muhammadiyah tidak mendukung pasangan AMIN, bisa saja terjadi.
“Namanya politik, tentu mungkin saja ada,” ujar mantan Ketua PANWASLU Kabupaten Bojonegoro pada Pilpres 2004 dan 2009 ini.
Ditambahkan Alham, JARNAS AMIN tak hanya melakukan silaturrahim ke Muhammadiyah saja dalam upayanya menggalang suara untuk pasangan AMIN. Tapi juga ke ormas-ormas Islam lain dan beberapa tokoh agama, yang punya basis massa, baik di perkotaan maupun di pedesaan. ”Kita akan jangkau semua,” kata mantan jurnalis senior ini.
Sementaa itu, Ketua PD Muhammadiyah Bojonegoro Suwito mengatakan, bahwa secara organisasi, Muhammadiyah netral dan tidak terlibat dalam politik praktis. “Namun secara pribadi-pribadi kan bebas memilih dan mendukung siapa pun,” kata Suwito.
Yang pasti, menurut Suwito, warga Muhammadiyah sudah cerdas untuk memilih calon pemimpin yang berkualitas, baik secara intelektualitas maupun secara agamanya.
“Warga Muhammadiyah, kita kasih wawasan dalam memilih calon pemimpin. Terutama dan utama, agamanya bagamana? Kualitas intelektualnya bagaimana? Serta kemampuan kepemimpinannya bagaimana?. Menurut saya sih, pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar yang punya kelebihan semua itu,” tegas Suwito.
Suwito berharap, seluruh rakyat Bojonegoro khususnya, bisa memilih pasangan capres dan cawapres yang disebutkan kriterianya tadi. “Jadi, tak hanya warga Muhammadiyah saja, tapi warga dan ummat yang lain hendaknya cerdas dan memakai akal sehat dalam memilih calon pemimpin nasional mendatang. Kalau ada yang berkualitas, masak mau pilih yang hasil karbitan,” kata Suwito. (*)