INDOSatu.co – LAMONGAN – Pemkab Lamongan memiliki program prioritas yang disebut “Lamongan Sehat”. Program prioritas tersebut mencakup pemaksimalan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Kota Soto tersebut. Program prioritas dibidang kesehatan itu antara lain, home care service dan #ayoimunisasi yang implementasinya sedang digalakkan di seluruh dusun di Lamongan.
#ayoimunisasi sedang digencarkan demi menyiapkan generasi emas 2045, bertepatan dengan Bulan Imunisasi Anak (BIAN) Megilan 2022 yang diselenggarakan serentak pada Agustus lalu. Lamongan juga menargetkan pemerataan pemberian imunisasi pada seluruh anak di Lamongan.
Selain memberikan 11 jenis vaksin pada anak mulai usia 0, BIAN 2022 Lamongan ini juga memberikan imunisasi tambahan pada Campak-Rubela dengan sasaran anak usia 9-59 bulan dan ditargetkan 95 persen merata di seluruh desa maupun kelurahan di Lamongan tahun ini.
Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan mencatat capaian imunisasi dasar lengkap (IDL) pada Juni dari target 94,1 persen untuk anak usia di bawah 2 tahun (Baduta 0-24 bulan). Sedangkan pada pencanangan tambahan pemberian imunisasi jenis vaksin MR atau measles and rubella sukses penuhi target pada periode September 2022 ini dari target 95 persen.
Dan ternyata, Lamongan bisa melampaui dengan angka 96 persen pemenuhan. Angka tersebut menjadikan Lamongan berhasil melakukan kampanye imunisasi di Jawa Timur dengan angka cakupan 2.270 di bulan September.
“Capaian prestasi bidang kesehatan di Lamongan bukan semata-mata ajang kompetensi. Lamongan memang sudah berkomitmen tinggi dengan melakukan kerja keras dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat salah satunya dengan pemenuhan imunisasi pada anak ini,” tutur Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan, Taufik Hidayat kepada INDOSatu.co, Jumat (16/9).
Capaian tersebut merupakan bukti nyata bahwa, Lamongan telah amanah atas penghargaan sebagai Kabupaten berpredikat baik dalam kinerja pencapaian program imunisasi rutin tingkat Provinsi Jawa Timur. Serta mampu mempertahankan angka 0.88 persen pada indeks kesehatan di Lamongan yang berarti kategori baik itu.
“Kita bertahap dalam memberikan imunisasi, yakni bergilir antar desa pada Agustus ini. Kita juga bekerja sama dengan Puskesmas di seluruh Lamongan dalam pemberian imunisasi pada anak. Bahkan, kami punya sebutan Puskesmas Megilan yang mana di dalamnya ada vaksinator serta kader yang aktif membantu pelaksanaan imunisasi,” ungkap Taufiq. (*)