INDOSatu.co – BOJONEGORO – Intensitas curah hujan di Bojonegoro maupun daerah hulu Sungai Bengawan Solo membuat permukaan air sungai terpanjang di Pulau Jawa itu naik ke level siaga dua atau siaga kuning. Diperkirakan, permukaan air tersebut akan terus mengalami kenaikan ke siaga satu atau siaga merah.
Pantauan INDOSatu.co di Taman Bengawan Solo (TBS) di Kelurahan Ledok Wetan, Kecamatan Kota Bojonegoro pada Sabtu, 20/11) pukul 12.00, kenaikan permukaan air sungai Bengawan Solo mencapai 13.31 phiescal di atas permukaan laut menjadikan Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro masuk pada level siaga dua atau siaga kuning. Hal itu berdasarkan pantauan petugas dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo yang setiap jam melakukan pantauan naik turunnya permukaan air di tempat tersebut.
Ali Susanto, petugas pembaca pengontrol permukaan air sungai Bengawan Solo mengatakan, siaga kuning sungai Bengawan Solo terpantau sejak pukul 09.00 wib pagi tadi dan pada pukul 12.00 wib hari. Dilihat dari perkiraan cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), bahwa di wilayah Kabupaten Bojonegoro dan daerah hulu sungai Bengawan Solo, seperti Kota Solo, Madiun, Ngawi, akan diguyur hujan dengan intensitas yang cukup tinggi. Hal tersebut membuat tren Sungai Bengawan Solo dalam beberapa hari ke depan akan terus mengalami kenaikan.
“Dari pantauan kami, tinggi permukaan air Sungai Bengawan Solo di wilayah TBS setiap tiga jamnya mengalami kenaikan. Namun prediksi kami, jika dilihat dari perkiraan cuaca BMKG, bahwa curah hujan di wilayah Bojonegoro dan daerah hulu sungai Bengawan Solo akan diguyur hujan dengan intensitas tinggi,”. ujar Ali
Pihaknya memprediksi, status Bengawan Solo di Bojoengoro dalam waktu dekat akan terus naik. Karena itu, dia mengimbau warga bantaran Sungai Bengawan Solo selalu waspada karena air sungai Bengawan Solo akan meluap ke pemukiman warga. (*)