Contoh Pendidikan Bangsa dari Dewan Da’wah Probolinggo

  • Bagikan

ADA kabar gembira dari Rasulullah Muhammad Saw, bahwa: “Siapa yang melaksanakan salat Subuh berjamaah, maka dia seperti melakukan salat sepanjang malam.”  (HR. Muslim). Begitu juga, sabda beliau, bahwa: “Salat sunah qabliyah subuh dua rakaat, lebih baik daripada dunia seisinya. (HR. Muslim).

Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII) Kota Probolinggo, Jawa Timur mempunyai terobosan kreatif. Namanya; “Gerakan Indonesia Salat Subuh Berjamaah”. Gerakan ini sudah lima tahun berjalan. Frekuensinya sekali sebulan. Tempatnya berpindah-pindah dari satu masjid ke masjid lainnya.

Pada hari Ahad (4/12), saya mendapat kehormatan untuk menghadiri acara mulia ini. Kali ini Gerakan Salat Subuh Berjamaah bertempat di Masjid Syuhada SMKN 2 Probolinggo. Setelah menempuh perjalanan sekitar 6 jam dari Kota Banyuwangi, saya tiba di Kota Probolinggo, Ahad dini hari, sekitar pukul 00.30 WIB. Saya tidur sudah lewat pukul 02.00 WIB. Waktu subuh pukul 03.36 WIB.

Baca juga :   Cerita Petugas KPPS tentang Kecurangan Pilpres Bermodus C-6

Pukul 03.15 WIB penjemput sudah mengetok pintu penginapan. Saya sudah bangun, dengan bantuan alarm. Tentu saja, kelelahan dan kantuk masih menggelayuti mata. Tetapi, semangat untuk berhimpun bersama umat Islam di Probolinggo di pagi itu merupakan kebahagiaan sendiri.

Begitu sampai lokasi, di Masjid Syuhada SMKN 2 Probolinggo, tampak pengurus Dewan Da’wah Probolinggo sudah aktif melayani jamaah. Mereka mengenakan seragam khas Dewan Da’wah. Di samping menyambut tamu, sebagian membagikan kupon kepada setiap yang hadir. Kupon-kupon itulah yang akan ditukarkan sayur-sayuran secara gratis. Hari itu, ada tambahan menu: tempe dan telor mentah. Para jamaah juga mendapat sarapan gratis.

Hari itu saya diminta mengisi ceramah dengan tema; “Mendidik Anak Sukses Dunia Akhirat”.  Pendidikan keluarga ideal dimulai dari pendidikan orang tuanya, khususnya sang ayah. Mencari ilmu untuk dapat mendidik keluarga hukumnya wajib. Jadi, tugas dan kewajiban orang tua bukan menyekolahkan anak. Kewajiban mereka adalah mendidik anak-anaknya.

Baca juga :   Harapan Permohonan Maaf Kepada Keluarga Besar Sukarno Kandas oleh Amandemen UUD

Sesuai panduan QS at-Tahrim ayat 6, mendidik anak-anak dilakukan dengan cara menanamkan adab dan mencari ilmu. Adab atau akhlak mulia harus ditanamkan dalam diri anak-anak dengan cara memberikan keteladanan, pembiasaan, pemotivasian, penegakan aturan dan panjatan doa. Itulah tanggung jawab orang tua yang utama.

Mendidik anak tidak selalu sama dengan menyekolahkan anak. Sebab, bisa jadi, di sekolah, anak-anak justru tidak mendapatkan pendidikan yang baik dan benar. Mungkin gurunya tidak dapat dijadikan teladan kehidupan. Mungkin ilmu-ilmu yang diajarkan tidak semakin menambah keimanan dan ketakwaan anak-anak kepada Allah SWT.

Apa yang dilakukan oleh Dewan Da’wah Probolinggo dengan Gerakan Salat Subuh Berjamaah ini sejatinya merupakan pendidikan bangsa yang hebat. Salat subuh berjamaah merupakan bentuk pendidikan yang sangat tinggi nilainya. Pahalanya begitu besar. Anak-anak harusnya memulai pendidikannya dengan pelaksanaan salat subuh berjamaah.

Baca juga :   Anies, Perubahan dan Kekuatan Modal Jutaan Rakyat

Gerakan salat subuh berjamaah ini merupakan penerapan nyata konsep pendidikan nasional yang bertujuan untuk meningkatkan iman, takwa, dan akhlak mulia. Juga, ini merupakan aplikasi langsung dari amanah dalam lagu kebangsaan kita: Bangunlah Jiwanya, Bangunlah Badannya! Karena itu, sangatlah baik, jika gerakan shalat subuh berjamaah ini  diadopsi oleh Walikota, Gubernur, atau Presiden untuk dijadikan sebagai Gerakan Nasional Salat Subuh Berjamaah. Jika bukan oleh Presiden sekarang, insyaAllah akan dilaksanakan oleh Presiden berikutnya. Aamiin.

Dr. Adian Husaini;
Penulis adalah Ketua Umum Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII) Pusat.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *