Cegah Penyebaran Polio, Pj. Bupati Bojonegoro Canangkan Imunisasi Ulang Serentak

  • Bagikan
CEGAH POLIO: Didampingi Sekda Nurul Azizah (paling kiriu), Pj. Bupati Bojonegoro Adriyanto (dua dari kiri) menghibur beberapa balita yang baru saja divaksin polio untuk mencegah KLB seperti yang terjadi di beberapa kabupaten di Jatim dan Jateng.

INDOSatu.co – BOJONEGORO – Kejadian Luar Biasa (KLB) kasus baru penyakit polio di Kabupaten Sampang dan Pamekasan, Jawa Timur, juga yang terjadi Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, membuat Pemerintah bersama Komite Imunisasi Nasional (KIN) telah merekomendasi untuk segera merespons KLB dengan memberikan imunisasi tambahan atau yang dikenal dengan Sub Pekan Imunisasi Polio (Sub PIN Polio).

Menyikapi temuan KLB Polio tersebut, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) bergerak cepat mencanangkan imunisasi polio ulang secara serentak di seluruh wilayah Kabupaten Bojonegoro. Penegasan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro, Ani Pujiningrum saat memberikan imunisasi/tetes vaksin polio bagi anak di Puskesmas Kecamatan Malo, Selasa (16/1).

Baca juga :   Semangat Ramadan, Santri Ponpes Pesawat Ikut Aktif Cegah Kejahatan Jalanan di Yogyakarta

Dalam pencanangan tersebut, tetes vaksin polio diberikan secara gratis dan simbolis oleh Pj. Bupati Bojonegoro Adriyanto bersama Sekretaris Daerah Nurul Azizah, serta Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro kepada 50 anak usia 0 hingga 7 tahun. Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro Ani Pujiningrum mengatakan, Pemerintah telah menetapkan KLB polio ini di Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada 29 Desember 2023, sehingga diperintahkan untuk segera melaksanakan imunisasi polio ulang dengan sasaran anak usia 0 hingga 7 tahun di semua lini.

Ani menjelaskan, pelaksanaan imunisasi polio tahap pertama ini akan dilaksanakan pada 15-21 Januari 2024, dan kemudian akan dilaksanakan imunisasi ulangan/putaran kedua pada 19-25 Januari 2024 dengan jumlah sasaran 142.619 anak berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.

Baca juga :   Bupati Sumedang Mampir ke DPC PPP, Mbah Naryo: Suatu Kehormatan

Lebih lanjut, kata Ani, Sub PIN (Pekan Imunisasi Nasional) akan dilaksanakan di 3.988 pos pelayanan imunisasi polio yang bertempat di Posyandu, Pos Paud, TK, SD/MI/sederajat, juga pencanangan di Puskesmas Kecamatan Malo saat ini.

Sementara itu, Pj. Bupati Bojonegoro Adriyanto mengatakan, pencanangan imunisasi polio ini merupakan tindakan langkah tepat untuk mencegah penyebaran penyakit polio di beberapa daerah, khususnya di Kabupaten Bojonegoro.

 

Dalam kegiatan pencanangan pemberian vaksin polio ini, kata Adriyanto, juga menjadi pengingat serta menjadi tugas bersama sebagai pelayan masyarakat untuk turut menyosialisasikan program imunisasi polio ini kepada khalayak.

Baca juga :   Nelayan Hilang Saat Menjaring Ikan di Rumpon, AKP Darwanto: Masih Kita Cari

Pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya vaksin polio kepada anak-anak ini juga menjadi poin penting. Terkadang, ada kekhawatiran dari orang tua enggan memberikan vaksin kepada anaknya. ”Jadi, mari kita bersama-sama dengan seluruh element masyarakat, kelompok/ormas, tokoh agama, turut memberikan pengarahan guna menyukseskan imunisasi polio ini,” ajak Adriyanto.

Karena itu, Adriyanto mengajak kepada Ibu-ibu PKK dalam setiap kegiatan untuk turut memberikan pencerahan, peningkatan kesadaran kepada masyarakat akan pentingnya hidup sehat terus dilaksanakan. Adriyanto tak akan bosan menyampaikan kepada masyarakat perlunya hidup sehat. Baik menjaga pola makanan yang sehat, pola hidup sehat, di rumah, masyarakat, maupun sekolah, “Lebih baik mencegah daripada mengobati,” tegas Adriyanto. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *