Bupati Yuhronur: Panwaslu Lamongan Harus Jadi Pioner Wujudkan Pemilu Bermartabat 

  • Bagikan
INSPEKSI PASUKAN: Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, Jumat (9/2) saat menghaadiri apel siaga pengawasan tahapan pemilu tahun 2024, di Alun-Alun Kabupaten Lamongan Jumat (9/2), pagi.

INDOSatu,co – LAMONGAN – Menuju pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) 2024, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengimbau anggota panitia pengawas pemilu (Panwaslu) agar menjadi pioner internalisasi nilai integritas dalam menjalankan tugasnya. Sebab, hal itu akan menciptakan pemilu bermartabat di Kabupaten Lamongan.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Panwaslu Kecamatan, Panwaslu Kelurahan/Desa (PKD) yang hadir disini untuk menjalin sinergitas stakeholder guna mengawal keberhasilan pemilu yang akan dilangsungkan lima hari lagi,” kata Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, Jumat (9/2) saat memberikan arahan dalam apel siaga pengawasan tahapan pemilu tahun 2024, Jumat (9/2) di Alun-Alun Kabupaten Lamongan pagi ini.

Baca juga :   Berhasil Tekan Angka Stunting, Pj. Bupati Bojonegoro Raih Penghargaan dari BKKBN

Yuhronur mengimbau agar seluruh Panwaslu di Kabupaten Lamongan menjadi pioner internalisasi nilai integritas, profesional, akuntabilitas, serta memberikan literasi pemilu yang baik. Agar menciptakan pemilu bermartabat.

Pak Yes, sapaan Bupati Lamongan menerangkan bagwa, untuk menciptakan demokrasi bermartabat dapat diupayakan dengan pelaksanaan pemilu yang berkualitas. Atau mematuhi Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017  yang mengatur tentang penyelenggara pemilu, pelaksana pemilu, pelanggaran pemilu, serta tindak pidana pemilu.

“Panwaslu Lamongan harus mampu menegakkan asas pemilu untuk mewujudkan keberhasilan pemilu yang berkualitas. Yangmana didalamnya menegakkan sifat langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil, atau yang dikenal sebagai luber dan jurdil,” terang orang nomor satu di Kota Soto dihadapan 200 peserta apel yang merupakan anggota Panwascam dan PKD se Kabupaten Lamongan.

Baca juga :   Peringati Sumpah Pemuda, Bupati Ingatkan soal Semangat Membangun Bangsa

Selanjutnya Pak Yes meminta kepada Panwaslu Lamongan agar terus menjalin komunikasi dengan Forkopimda Lamongan. Sebab, Lamongan memiliki tantangan dalam menjaga kondusifitas pemilu yaitu  jumlah administratif wilayah. Menjadi daerah dengan jumlah desa (462) dan kelurahan (12) terbanyak di Jawa Timur, Pak Yes menekankan sinergi dan komunikasi antar stakeholder sangat penting.

Sedangkan Ketua Panwaslu Lamongan, Toni Wijaya saat bertindak sebagai pembina apel mengatakan, Panwascam dan PKD merupakan ujung tombak keberhasilan pemilu sebagai penanganan pelanggaran pemilu secara masif dan komprehensif.

Baca juga :   Samakan Visi Pembangunan, Bupati Lamongan Jalin Silaturahmi Ulama-Umara

“Panwaslu Lamongan harus menjalankan tugas dan fungsinya dengan tegas, adul, tidak berpihak, tegak lurus, dan profesional. Agar tercipta integritas pada panwaslu,” tutur Toni Wijaya.

Pada pungkasnya Toni menyebutkan ada 4 persoalan utama dalam pemilu, yaitu netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN), politik uang, Politisasi Suku Agama Ras dan Antargolongan (SARA), serta kampanye di media sosial. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *