Bongkar TMI dan IDST Pengadaan Alutsista di Debat Capres, Al Araf: Terima Kasih Mas Anies

  • Bagikan
AKHIRNYA PUBLIK TAHU: Peneliti Imparsial Al Araf saat menghadiri Indonesia Lawyer Club Karni Ilyas di tvOneNews.

INDOSatu.co – JAKARTA – Sikap capres nomor 1, Anies Baswedan menyoroti pihak ketiga dalam pengadaan Alat Utama Sistem Senjata Tentara Nasional Indonesia atau Alutsista TNI di debat ketiga Pilpres 2024 pada Ahad (7/1) mendapat respon luar biasa dari peneliti Imparsial, Al Araf.

“Saya terima kasih buat Pak Anies, karena dalam debat kali ini memberikan ruang yang luar biasa terhadap kita tentang sektor pertahanan. Sorotan Pak Anies menjawab rasan-rasan publik tentang pengadaan alutsista yang terpendam,” kata Al Araf dikutip dari Indonesia Lawyer Club Karni Ilyas, Jumat (12/1).

Menurut mantan dosen Universitas Pertahanan (Unhan) tersebut, mantan gubernur DKI Jakarta itu sudah berani mempertanyakan soal permainan-permainan pihak ketiga dalam pengadaan alutsista tersebut di Kementerian Pertahanan (Kemhan).

Baca juga :   Berlakukan Sistem Proporsional Tertutup, Abdul Kholik: MK Buat Langkah Mundur

“Karena memang dugaan-dugaan permainan, dugaan penyimpangan dalam alutsista itu menyakitkan dan menyedihkan kita,” jelas Al Araf.

Menurut Al Araf, pihak ketiga dalam pengadaan alutsista tersebut sangat merugikan para prajurit TNI Indonesia sendiri.

“Kenapa? Permainan-permainan pihak ketiga itu membuat kondisi alutsista underspect di bawah standar. Akhirnya para prajurit seringkali menggunakan alutsista-alutsista jatuh, kecelakaan dan beberapa kali membahayakan,” katanya.

Menurut Al Araf, pertanyaan dan pernyataan Anies Baswedan di debat ketiga tersebut harusnya bisa dijawab dengan tegas oleh Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan RI yang saat ini sedang menjabat.

Baca juga :   Terkait Amandemen UUD Kembali ke Naskah Asli, Sultan: Wacana Tidak Realistis

“Jadi, pertanyaan Pak Anies tentang keterlibatan pihak ketiga itu harus dijawab oleh Pak Prabowo. Sayang, Pak Prabowo tidak menjawab hal itu, malah mengajak diskusi di belakang,” ujarnya.

 

Diketahui, Anies Baswedan sebelumnya menyayangkan perihal kepemimpinan Prabowo Subianto di Kementerian Pertahanan. Kasus pengadaan alutsista ini sebnarnya sudah banyak disorot soal adanya pihak ketiga. Pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie malah sudah lama mengungkap ada permainan alutsista di Kemhan.

Bahkan, dalam suatu potcash, Connie juga pernah dirembuk agar diam dan tidak bersuara dengan harapan masalah pengadaan alutsista tidak melebar kemana-mana. Tak hanya itu. Connie juga ditawari untuk memilih apapun sebaga tanda damai, namun Connie tetap kukuh tidak mau dikasih imbalan apapun. Padahal, publik sebenarnya sudah mengetahui adanya dugaan permainan dibalik pengadaan alutsista.

Baca juga :   Poling di Twitter Cendekiawan Muda NU, Raihan Suara Anies Jauh Tinggalkan Puan

Anies menyampaikan, pihaknya mengetahui dalam pengadaan alutsista selama ini, ada banyak orang dalam dari PT Teknologi Militer Indonesia (TMI) dan PT Indonesian Defense and Security Technologies (IDST).

“Menjadi presiden panglima tertinggi harus punya standar etika yang tinggi, karena mengambil keputusan, mengerahkan pasukan dan harus ada korban nyawa ketika bertempur, tapi kenyataannya ketika bapak memimpin di Kemhan, banyak orang dalam pengadaan alutsista PT Teknologi Militer Indonesia, PT Indonesian Defense and Security Technologies,” ujar Anies dalam debat. (adi/red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *