Bersyukur Berpasangan dengan Anies, Gus Imin: 30 Tahun Belum Tentu Bisa Terjadi

  • Bagikan
DICINTAI RAKYAT; Pasangan Capres-Cawapres Anies Baswedan (kiri) dan Gus Imin saat menghadiri acara pengundian nomor urut di Kantor KPU Pusar, Selasa (14/11) malam.

INDOSatu.co – MEDAN – Calon wakil presiden nomor urut 1 Muhaimin Iskandar (Gus Imin) mengaku bangga berpasangan dengan Anies Baswedan bisa menjadi peserta Pilpres 2024. Gus Imin  mengaku lebih sreg bersama Anies Baswedan diusung tiga partai medioker, yakni NasDem, PKB serta PKS.

“Saya optimistis dan yakin karena pasangan AMIN ini Insyaallah pasangan yang belum tentu ada lagi 30 tahun yang akan datang. Karena itu, saya berharap pasangan ini menang dalam pilpres nanti,” kata Gus Imin dalam keterangannya saat berkunjung ke Tanjung Pura, Sumatera Utara, Jumat (8/12).

Banyak kalangan menilai, bersatunya Anies dan Gus Imin membawa angin segar bagi rakyat Indonesia. Anies dianggap mewakili respresentasi dan punya basis dukungan di perkotaan. Sementara Gus Imin lebih mengakar dan punya basis dukungan di pedesaan.

Baca juga :   Muhaimin Iskandar: Menteri BUMN Erick Thohir Menyebar Berita Hoax atas Nama AMIN

Bukan hanya itu. Anies juga dinilai dekat kalangan Islam modernis, sementara Gus Imin mewakili dan respresentasi dari Islam tradisionalis. Fakta di Indonesia, kekuatan umat islam memang ada di dua basis tersebut. Karena itu, Gus imin diyakini akan meraup suara yang besar di kalangan nahdliyin di seluruh Indonesia.

Gus Imin sendiri mengklaim pembentukan pasangan Anies-Imin (AMIN) oleh Koalisi Perubahan adalah hal yang sulit diwujudkan. Namun berkat bimbingan Allah SWT, akhirnya mempertemukan dirinya dengan Capres Anies Baswedan.

Baca juga :   Bamsoet Pastikan Airlangga Hartarto Calon Presiden Resmi dari Partai Golkar

Sebelum bergabung dengan Koalisi Perubahan, PKB sempat dekat dan akan berkoalisi dengan Gerindra. Gus Imin juga salah satu kandidat cawapres pendamping Prabowo Subianto.

Sayangnya, kerja sama dengan Gerindra mulai bergejolak lantaran Gus Imin tak kunjung ditunjuk menjadi cawapres. Hingga kemudian, Golkar dan PAN bergabung dalam koalisi. Di saat itulah, ada upaya halus yang membuat Gus Imin tidak nyaman. Akhirnya, Gus Imin lebih mengalah dan mencari pasangan yang pas.

PKB lalu menjalin komunikasi dengan NasDem. Mereka lalu sepakat memasangkan Anies Baswedan dengan Muhaimin Iskandar. Demokrat, yang mulanya berada dalam Koalisi Perubahan bersama NasDem dan PKS, memutuskan untuk keluar. Setelah itu beralih ke koalisi pengusung Prabowo Subianto.

Baca juga :   Soal Putusan PN Jakpus Tunda Pemilu, Taufik Basari: Tidak Masuk Akal, KPU Harus Banding

Seiring berjalannya waktu, kini ada tiga pasangan calon peserta Pilpres 2024. Mereka adalah Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar yang diusung NasDem, PKB dan PKS.

Lalu Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming yang diusung Gerindra, Golkar, Demokrat, PBB, PAN, PSI, Prima, Gelora dan Garuda. Kemudian pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD. Mereka diusung PDIP, PPP, Hanura dan Perindo.

Katiga pasangan capres-cawapres itu sudah ditetapkan sebagai pasangan calon peserta Pilpres 2024. Kini mereka mulai berkampanye di berbagai daerah di seluruh Indonesia. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *