Berhasil Tekan Angka Stunting, Pj. Bupati Bojonegoro Raih Penghargaan dari BKKBN

  • Bagikan
MEMBANGGAKAN: Pj. Bupati Bojonegoro Adriyanto (kanan) menerima penghargaan dari Sekretaris Utama BKKBN Tavif Agus Rayanto di Merapi Grand Ballroom Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP) Kota Semarang, pada Jumat (28/6) malam.

INDOSatu.co – BOJONEGORO – Upaya Pemkab Bojonegoro menekan angka stunting di wilayahnya membuahkan hasil manis. Penanganan stunting yang menjadi fokus Pemkab Bojonegoro akhirnya apresiasi oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Pj. Bupati Bojonegoro Adriyanto pun menerima penghargaan dari BKKBN yang digelar di Merapi Grand Ballroom Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP) Kota Semarang, pada Jumat (28/6) malam.

Seiring dengan target Indonesia untuk menurunkan prevalensi stunting menjadi 14 persen, Pj. Bupati Bojonegoro Adriyanto memang serius menggarap upaya penurunan dan pencegahan stunting bagi warganya. Karena itu, tak heran jika kerja nyata Pemkab Bojonegoro dalam upaya menekan penurunan angka stunting itu membuahkan hasil yang signifikan.

Baca juga :   Akademi Kebidanan Bojonegoro Resmi Beralih Status Jadi Poltekkes Kemenkes Surabaya

”Prestasi tersebut tak luput atas aksi kolaboratif berbagai pihak serta elemen masyarakat dalam menumbuhkan tingkat kesadaran tinggi untuk mewujudkan program pemerintah zero stunting,” kata Pj. Bupati Adriyanto usai menerima penghargaan.

Pemerintah RI melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), kata Pj. Bupati Adriyanto, memberikan apresiasi atas keberhasilan Pemerintah Daerah dalam upaya penurunan stunting yang berpadu di Malam Apresiasi Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting pada Peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-31. Acara tersebut diselenggarakan di Kawasan Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP) Kota Semarang, Jawa Tengah Jumat (28/6).

Bojonegoro, kata Pj. Bupati Adriyanto, menjadi salah satu Kabupaten peraih penghargaan dengan kategori penurunan prevalensi stunting tertinggi, penghargaan diserahkan secara langsung oleh Sekretaris Utama BKKBN Tavip Agus Rayanto. Diantara 15 kabupaten/kota 15 Kab/Kota di Indonesia yang mendapat penghargaan tersebut; Kabupaten Bojonegoro, Lahat, Siak, Lamandau, Ngawi, Pesawaran, Kerinci, Bangkalan, Batanghari, Hulu Sungai Tengah, Lamongan, Pulau Morotai, Dompu, Kota Tanjung Balai, serta Kabupaten Sekadau.

Baca juga :   Raih Penghargaan, Pemkab Bojonegoro Peringkat 3 Kepatuhan Pembayaran Pajak Kendaraan Dinas

Terkait penghargaan tersebut, Pj. Bupati Adriyanto menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah ikut berperan aktif dalam penurunan dan pencegahan stunting di Bojonegoro,

“Alhamdulillah malam ini Kabupaten Bojonegoro mendapatkan penghargaan penurunan prevalensi stunting tertinggi se-Indonesia,” kata Pj. Bupati Adriyanto.

HASIL KOLABORASI: Suasana malam penganugerahan Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2024 oleh BKKBN yang digelar di Merapi Grand Ballroom Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP) Kota Semarang.

Penghargaan tersebut, kata Pj. Bupati, merupakan hasil kerja yang baik dari seluruh komponen masyarakat, termasuk dengan tokoh masyarakat dalam peran serta meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan anak-anak di Bojonegoro.

Baca juga :   Bupati Anna Berharap Muhammadiyah dan Pemerintah Daerah Bisa Sinergi

Saat ini, kata Pj. Bupati, angka stunting berada pada angka 14,1 persen. Padahal sebelumnya, stunting sebanyak 24 persen. Karena itu, ada penurunan yang sangat drastis. Adriyanto berharap, tahun ini mudah-mudahan bisa turun di bawah 10 persen,

“Tentu dibutuhkan koordinasi dan kerja sama dari seluruh komponen masyarakat untuk menekan jauh lebih dalam stunting di Bojonegoro,” kata pria asal Palembang, Sumatera Selatan ini.

“Saya ingin mendorong masyarakat untuk bisa menjaga pola makan, hidup sehat, dan tentunya selalu menjaga kebersihan kita di wilayah masing-masing,” sambung Pj. Bupati Adriyanto. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *