INDOSatu.co – LAMONGAN – Bupati Lamongan Yuhronur Efendi (Pak Yes) memberangkatkan 1.100 mahasiswa Universitas Islam Lamongan (Unisla) yang akan melaksanakan kuliah kerja nyata (KKN) di 27 desa yang meliputi 9 kecamatan, Kamis (1/8).
Kepada mahasiswa yang akan melaksanakan KKN, Pak Yes berpesan, pengalaman akademis yang dipelajari di bangku perkuliahan agar dapat dipergunakan untuk menggali potensi sekaligus mengembangkan UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) Lamongan.
“Dalam membina UMKM, adik-adik mempunya pengalaman akademis yang bisa di tularkan ke masyarakat, sehingga produk-produk UMKM nanti bisa lebih baik lagi secara branding, packaging maupun lainnya,” ujar Pak Yes di halaman Pemkab Lamongan saat berangkatkan KKN Unisla, Kamis (1/8).
Pak Yes menjelaskan, saat ini telah ada sekitar 200 ribu produk UMKM di Lamongan. Dalam upaya mendukung hal tersebut, program UMKM naik kelas tidak sekedar distribusi pemasaran, tetapi juga harus meningkatkan kualitas produknya.
“Kita dorong UMKM dengan brand tersendiri bagi Lamongan, ada soto Lamongan, tahu campur Lamongan, wingko Babat, nasi boran, dan produk-produk lain. Ada delapan produk UMKM yg sudah kita petenkan dan mem-branding dan menasional, sehingga produk-produk UMKM yang dikenal masyarakat,” kata Pak Yes.
Pak Yes berharap, KKN Unisla juga mampu mengambil bagian pengembangan sektor pertanian Lamongan yang saat ini telah menjadi lumbung pangan nasional. Tidak hanya itu, selama menjalankan KKN di tengah-tengah masyarakat, Pak Yes berpesan, mahasiswa KKN Unisla untuk dapat membaur dan bersosialisasi.
“KKN selain menjadi pengalaman pribadi yang terakumulasi menjadi sebuah eksperimen, value, dan nilai, yang akan mengkristal menjadi sebuah sikap dan cara pandang ketika menajdi seorang sarjana,” tambah Pak Yes.
Sementara itu, Rektor Unisla Abdul Gofur mengungkapkan, dengan mengambil tema “make enhancement for greatness” mahasiswa Unisla akan melaksanakan KKN di sembilan kecamatan, yakni Karanggeneng, Lamongan, Kembangbahu, Deket, Tikung, Brondong, Turi, Paciran, dan Sekaran, yang diharapkan ikut turut berkontribusi meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.
“Selamat ber-KKN. KKN bukan kuliah kerja dolan, akan tapi KKN harus memberikan nilai positif dan nilai tambah bagi masyarakat,” pungkasnya. (*)