FINDOSatu.co – SURAKARTA – Pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 1, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (AMIN), menghadiri acara Dialog Terbuka Muhammadiyah Bersama Calon Pemimpin Bangsa. Acara itu digelar di Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Solo, Rabu (22/11).
Anies dan Gus Imin (AMIN) tiba di Edutarium UMS sekitar pukul 08.50 WIB. Keduanya disambut oleh ribuan kader Muhammadiyah dari Soloraya yang sudah memadati lokasi sejak pukul 07.00 WIB.
Berdasarkan pantauan INDOSatu.co, kurang lebih 14 ribu kader Muhammadiyah dari unsur pelajar, pendidik, hingga pengurus daerah hadir dalam acara dialog terbuka tersebut.
Acara dialog tersebut menghadirkan lima panelis. Di antaranya Prof Saad Ibrahim sebagai panelis bidang agama, Prof Sofyan Anif sebagai panelis bidang pendidikan, Prof Dr R Siti Zuhro, MA sebagai panelis bidang kesehatan dan kesejahteraan sosial, Prof Dr Aidil Fitriciada Azhari sebagai panelis bidang hukum dan demokrasi, dan Prof Dr Zuly Qodir sebagai panelis bidang kesejahteraan sosial.
Dalam kesempatan tersebut, Anies Baswedan dan Gus Imin menerima kartu tanda anggota kehormatan Muhammadiyah yang diberikan secara langsung oleh Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir.
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengucapkan terima kasih atas kehadiran Anies-Gus Imin dalam acara tersebut. Kehadiran Anies-Gus Imin merupakan hari pertama acara dialog terbuka yang digelar oleh Muhammadiyah dengan para pasangan calon (paslon) capres dan cawapres yang telah ditetapkan oleh KPU.
Haedar mengatakan jika dialog terbuka ini menjadi usaha literasi politik yang dilakukan oleh Muhammadiyah untuk menjadi pemimpin yang betul-betul menyampaikan program-programnya untuk Indonesia ke depan.
Sementara itu, Capres Anies Baswedan menyampaikan terima kasih kepada PP Muhammadiyah yang telah memfasilitasi acara dialog terbuka tersebut. Menurutnya, dialog tersebut sebagai kesempatan untuk Anies-Gus Imin untuk menjelaskan visi, misi, dan rencana ke depan untuk Indonesia.
“Ini adalah kesempatan kami demi semua, satu sisi ini menjadi kesempatan untuk menjelaskan rekam jejak, rekam karya, rekam capaian apa yang jadi visi misi dan rencana disisi lain sebagai masyarakat menjadi kesempatan untuk mendapatkan penilaian melakukan pencermatan atas apa yang kami sampaikan,” ujar mantan Rektor Universitas Paramadina, Jakarta itu.
“Mudah-mudahan ini suatu kegiatan yang membuat proses pemilu kita menjadi proses pemilu yang penuh informasi pemilih dengan pengetahuan yang lengkap tentang calon tentang program dan kinerja selama ini,” imbuh pemrakarsa program Indonesia Mengajar itu. (*)