Bangga Selesaikan Studi, Kapolres Blitar dan Istri Jalani Wisuda Bareng di Unair

  • Bagikan
WISUDA BARENG: Kapolres) Blitar AKBP Wiwit Adisatria (kiri) dan Angga Atma Proboningrum, istrinya usai menjalani wisuda S3 dan S2 Pengembangan SDM di Airlangga Convention Center (ACC), Kampus MERR-C UNAIR, Sabtu (15/6).

INDOSatu.co – SURABAYA – Wisuda ke-242 Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya terasa sangat istimewa bagi Kapolres Blitar AKBP Wiwit Adisatria. Pasalnya, dia dan Angga Atma Proboningrum, istrinya, diwisuda dalam waktu yang bersamaan di Airlangga Convention Center (ACC), Kampus MERR-C UNAIR, Sabtu (15/6).

Tak heran jika keduanya diliputi rasa haru, bahagia, sekaligus bangga. AKBP Wiwit berhasil menuntaskan pendidikan S3 Pengembangan Sumber Daya Manusia bersamaan dengan sang istri yang lulus dari program magister S2 Pengembangan Sumber Daya Manusia.

“Perasaan kami pastinya senang dan bangga bisa menjadi bagian dari Universitas Airlangga dan melaksanakan wisuda bersama. Kami juga akan bergabung dengan Ikatan Alumni UNAIR. Jadi, tentunya menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi kami berdua,” ungkap AKBP Wiwit.

Baca juga :   Lestari Moerdijat: Ramadan Momentum Perkokoh Nilai-Nilai Persatuan Bangsa

AKBP Wiwit menuturkan bahwa, awalnya dirinya berniat mendaftarkan diri ke instansi lain karena sedang melaksanakan tugas dinas di Kalimantan Timur. Namun, pada awal 2020, ia ditugaskan untuk dinas ke Jawa Timur dan memilih UNAIR karena ingin mengembangkan ilmu pada bidang pengembangan sumber daya manusia (PSDM).

“Karena diberikan kesempatan untuk dinas di Jawa Timur, saya memutuskan untuk mengembangkan kapasitas dan ilmu yang saya miliki dengan mendaftar program doktor di S3 PSDM UNAIR. Setelah menjalani prosesnya, saya merasa banyak pengetahuan baru yang saya dapat berkat bertemu dengan orang hebat lainnya di Universitas Airlangga.”

AKBP Wiwit kemudian bercerita bahwa dirinya banyak belajar berkat bertemu dengan pejabat dan pengusaha lainnya yang sama-sama melanjutkan pendidikan di S3 PSDM UNAIR. Hal tersebut, lanjutnya, menjadi hal yang sangat disyukuri. Karena, berkat mendaftar program doktor, ia mendapat banyak ilmu dan pelajaran baru yang bermanfaat pada masa depan.

Baca juga :   Lewat Utusan Khusus, Amerika Serikat Ajak Muhammadiyah Bangun SDM Afghanistan

AKBP Wiwit mengakui bahwa tantangan terbesar selama menjadi kuliah sembari bekerja adalah manajemen waktu. “Tentunya membagi waktu itu menjadi tantangan tersendiri. Saya pernah tidur di pom bensin karena kegiatan di kantor cukup padat dan harus berdiskusi dengan mentor pembimbing untuk menyelesaikan tugas perkuliahan,” ujar AKBP Wiwit.

Pengorbanan tersebut tidak serta-merta membuat AKBP Wiwit menyerah untuk melanjutkan pendidikan. Ia berhasil memenuhi janjinya untuk menyelesaikan penelitian sebelum dilantik menjadi Kapolres Blitar. Ia menuturkan bahwa tantangan yang ia lalui selama di UNAIR merupakan sebuah pengorbanan yang sebanding dengan ilmu dan pengalaman yang didapatkan.

Baca juga :   Studi Banding Disambut Luar Biasa, Sekdin Wibowo: Ilmu dari Lamongan akan Diterapkan di Aru

“Tantangan dan hambatan pasti akan selalu ada, tetapi yang terpenting adalah kita tidak boleh menyerah. Kita harus terus berusaha dan bergerak menyelesaikan apa yang sudah kita mulai di awal, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam menghadapi kehidupan perkuliahan,” pungkas AKBP Wiwit.

Tak lupa, AKBP Wiwit dan istri mengucapkan selamat kepada seluruh lulusan UNAIR pada Wisuda ke-242 kali ini. Mereka berharap ilmu yang para wisudawan dapatkan bisa bermanfaat bagi masyarakat luas. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *