Bandara Jenderal Ahmad Yani Gelar Table Top & Modular Exercise

  • Bagikan
SIAGA KESELAMATAN BANDARA: Acara Table Top dan Modular Exercise yang digelar Angkasa Pura I sebagai upaya meningkatkan sistem keamanan dan keselamatan penerbangan dalam penanggulangan keadaan darurat di wilayah bandara.

INDOSatu.co – SEMARANG– Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang melakukan Table Top dan Modular Exercise sebagai upaya meningkatkan sistem keamanan dan keselamatan penerbangan dalam penanggulangan keadaan darurat di wilayah bandara.

“Kegiatan ini untuk memantapkan sistem komunikasi, koordinasi dan komando saat terjadi keadaan darurat,” kata General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, Hardi Ariyanto, dalam keterangannya, Sabtu (13/11).

Hardi menambahkan, kegiatan ini melibatkan personel lintas instansi, diantaranya Lanumad Ahmad Yani Semarang, OTBAN III Wilayah Surabaya, Airnav Indonesia, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), dan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang.

Baca juga :   Dua Pengedar Obat Daftar G Dibekuk Petugas Polsek Tembalang

“Kegiatan Table Top dan Modular Exercise (modul 1,2 dan 3) ini dilaksanakan untuk menguji alur komunikasi, koordinasi, dan komando antar anggota dalam penanganan keadaan darurat, meskipun dalam kondisi pandemi seperti saat ini, kami tetap harus melaksanakan simulasi penanggulangan keadaan darurat, sehingga semua personel siap, jika sewaktu-waktu menghadapi keadaan darurat,” jelasnya.

Baca juga :   Sembilan Warga Jawa Tengah Terkonfirmasi Covid-19 varian Omicron

Hardi mengaku kegiatan ini disimulasikan dengan panduan narator dan menggunakan miniatur mobil serta perlengkapan lainnya. Terdapat dua skenario yang digunakan pada simulasi penanganan keadaan darurat ini. Skenario siaga dua atau kondisi full emergency, yakni simulasi pada saat pesawat mengalami kerusakan hydrolik sistem saat akan mendarat. Skenario berikutnya adalah keadaan siaga tiga atau kondisi aircraft accident, yakni simulasi pada saat pesawat mengalami kecelakaan di area bandara.

Baca juga :   Soal Kebakaran di RSUP dr Kariadi, Kapolda: Diduga Arus Pendek

“Melalui dua skenario simulasi ini, kami ingin melakukan evaluasi kesiapan seluruh instansi pada saat menghadapi keadaan darurat. Selain memanfaatkan miniatur mobil dan perlengkapan lainnya, pada kegiatan ini kami juga menggunakan video yang dilengkapi dengan narasi, sehingga semua pihak yang terlibat memiliki gambaran tentang alur komunikasi, koordinasi serta langkah yang harus diambil pada saat terjadi keadaan darurat.” pungkasnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *