Ayah-Anak Ditemukan Tewas di Ruang Tamu, Kapolsek Palang: Pelaku Sosok Tertutup

  • Bagikan
BIKIN HEBOH: Beberapa petugas keplisian dan anggota tim medis melakukan olah TKP di rumah pelaku gantung diri antara ayah dan anak di Desa Ngimbang, Kecamatan Palung, Kabupaten Tuban, Sabtu (7/12).

INDOSatu.co – TUBAN – Warga Desa Ngimbang, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, dihebohkan dengan peristiwa gantung diri seorang ayah dan anak pada Sabtu (7/12) siang.

Seorang ayah berinisial SUW,42, dan putri kecilnya, KAY, 6, ditemukan tak bernyawa tergantung di ruang tamu rumah mereka. Kejadian memilukan ini pertama kali diketahui oleh SUP (13), anak laki-laki SUW yang baru pulang sekolah sekitar pukul 11.00 waktu setempat.

Kapolsek Palang AKP Carito, mengungkapkan bahwa, SUP langsung terkejut melihat ayah dan adiknya tergantung dengan tali tampar di blandar ruang tamu. Tanpa pikir panjang, SUP segera berlari mencari bantuan ke kerabat dan tetangga sekitar.

Baca juga :   Peringati Hari Ibu, Diikuti 26 Kecamatan, PPDI Lamongan Gelar Lomba Paduan Suara

“Warga kemudian berbondong-bondong datang untuk membantu menurunkan kedua korban,” ujar AKP Carito kepada INDOSatu.co, Sabtu (7/12).

Kepala desa setempat langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian dan tenaga kesehatan. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis, kedua korban dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian.

Mendengar laporan tersebut polisi segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Setelah dilakukan olah TKP, pihaknya memastikan tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban.

Baca juga :   Pimpin Sertijab Kasat Intelkam, AKBP Oskar Berharap Bisa Adaptasi di Tempat Baru

“Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kedua korban meninggal dunia murni karena gantung diri,” jelas AKP Carito.

Namun, hingga kini, motif di balik tindakan nekat tersebut masih menjadi tanda tanya. Pihak kepolisian terus mengumpulkan keterangan dari keluarga serta tetangga korban untuk mencari tahu latar belakang peristiwa ini.

“Dari informasi yang kami terima, korban dikenal sebagai sosok yang tertutup, dan ini tentu menjadi perhatian dalam penyelidikan lebih lanjut,” tambah AKP Carito.

Baca juga :   Meriah, Puluhan Peserta Meriahkan Lomba Oklik di Festival Ramadan 2024 Bojonegoro

Barang bukti berupa tali tampar warna kuning yang digunakan oleh kedua korban telah diamankan untuk keperluan penyidikan. Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga warga Desa Ngimbang. Anak sulung SUW, SUP, kini harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan ayah dan adiknya sekaligus. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *