Antisipasi Varian Omicron, Dinkes Lamongan Gencarkan 3T dan 5M

  • Bagikan
ANTISIPASI DINI: Peta sebaran zonasi Covid-19 di Lamongan. Meski hanya 2 warga yang terdeteksi, Dinkes Lamongan mengimbau warga agar tetap menjaga protokol kesehatan.

INDOSatu.co – LAMONGAN – Terjangkitnya salah satu warga Surabaya yang terkonfirmasi Covid-19 varian B.1.1.529 atau Omicron membuat Dinkes Pemkab Lamongan siaga. Warga tersebut terjangkit Omicron setelah berlibur dari Bali.

Gerak cepat segera dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Lamongan untuk mengantisipasi adanya Omicron yang terjadi di wilayahnya. Karena itu, Dinkes melakukan langkah-langkah antisipasi, diantaranya selalu menggencarkan testing, tracing, dan treatment (3T) dengan ketat, seperti tahun sebelumnya. Hal itu dimaksudkan agar varian Omicron tidak masuk di wilayah Kota Soto itu.

“Kita juga terus melakukan upaya percepatan vaksinasi bagi orang dewasa dan anak-anak. Melakukan siaran keliling dengan mobil sehat untuk menyosialisasikan pentingnya tetap menerapkan 5M dan protokol kesehatan (prokes),” kata Kepala Dinkes Lamongan, dr Taufik Hidayat, kepada wartawan, Selasa (4/12).

Baca juga :   Dugaan Cabul Guru terhadap Belasan Siswa di SD Kecamatan Soko, AKBP Oskar: Masih Kita Lidik

Upaya lainnya, Taufik menyatakan, langkah yang dilakukan adalah mengaktifkan kembali satgas tingkat kecamatan dan desa untuk memantau pekerja yang datang dari luar. Selain itu, lanjut Taufik, pihaknya juga menyiapkan rumah sakit (RS) rujukan.

Tidak hanya itu. Pihaknya juga mengajak masyarakat untuk selalu menjaga kondusivitas dan mengimbau bagi yang belum divaksin untuk segera melakukan vaksinasi Covid-19. Sebab, kata dia, Omicron memiliki tingkat penyebaran yang cepat dibanding dengan jenis Covid-19 lainnya.

Baca juga :   Penurunan Angka Stunting Diapresiasi Negara, Lamongan Terima Insentif dari Wapres

“Tetap waspada, tetap patuhi prokes, dan jauhi kerumunan, tapi tidak boleh panik,” imbaunya.

Sebaran Covid-19 di Lamongan, saat ini ada 2 pasien positif Covid-19 yang berasal dari Kecamatan Sukodadi dan Glagah. Kedua warga ini menjalani isolasi mandiri dan seorang lagi menjalani isolasi di rumah sakit. Meski demikian, Taufik menjamin bahwa kedua pasien tersebut negatif dari varian Omicron.

“Berdasarkan peta zonasi Covid-19 per 2 Januari 2022, dari 27 kecamatan di Lamongan hanya ada 2 kecamatan yang berstatus zona kuning, sedangkan 25 kecamatan lainnya berstatus zona hijau,” jelasnya.

Baca juga :   Sejahterakan Masyarakat, Pemkab-TP PKK-Baznas Lamongan Serahkan Bansos untuk 40 LKSA

Taufik mengatakan, bagi warga Lamongan yang belum mendapat vaksin dua kali atau yang belum divaksin agar segera mendatangi fasilitas-fasilitas kesehatan untuk segera vaksin.

Terkait vaksinasi di Lamongan, kata dia, data yang dihimpun dari Dinkes Lamongan menyebutkan, dari total sasaran vaksinasi di Lamongan yang berjumlah 1.063.543 orang, terdapat 816.439 orang atau 76,77 persen yang sudah menjalani vaksin dosis pertama. Selain itu, ada 636.107 atau 59,81 persen yang telah menuntaskan dosis kedua. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *