Antisipasi Amuk Warga, PAD B Sukowati Dijaga Aparat TNI – Polri

  • Bagikan
AMANKAN OBJEK VITAL: Para petugas kepolisian dan TNI tampak berjaga di lokasi PAD A Sukowati pasca bocornya gas yang terjadi, Senin (22/11) pagi tadi.

INDOSatu.co – BOJONEGORO – Pasca bocornya gas di PAD B Sukowati, serta mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, lokasi pengeboran minyak yang berada di Dusun Ngampel, Desa Sukowati itu langsung dijaga ketat aparat TNI – Polri. Pasca bocornya gas di PAD B tersebut, belasan warga Dusun Ngampel, Desa Sukowati, Kecamatan Kapas, menjadi korban. Mereka merasa kepalanya pusing dan mual-mual. Bahkan, ada yang muntah akibat bau gas busuk yang menyengat.

Pantauan wartawan INDOSatu.co, saat ini tampak siaga petugas kepolisian dan aparat TNI. Aparat keamanan tersebut berasal dari Polres dan Kodim 0813 Bojonegoro. Penjagaan super ketat tersebut dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dari warga setempat.

Baca juga :   Lantik Pengurus DPP LPLQ, Yandri Susanto: Kita Gaungkan Berantas Buta Aksara Alquran

Aparat berjaga dan siaga di lokasi pengeboran minyak tersebut. Pengamanan itu untuk menjaga agar warga tetap kondusif dari serbuan warga sekitar proyek yang terdampak terkait bocornya gas yang menyengat itu.

Kabarnya, warga memang mengancam akan meluruk lokasi proyek pengeboran minyak, jika pihak Pertamina EP Sukowati  tidak segera menangani bau busuk yang keluar sejak pagi tadi, Senin (22/11).

Baca juga :   Gas Bocor, Warga Pusing - Mual, Pertamina Kasih Obat Tablet

Kapolsek Kapas AKP Mulyono yang berada di lokasi mengatakan, pihaknya beserta TNI dari Kodim 0813 Bojonegoro bersiaga untuk mengamankan lokasi proyek dari serbuan warga. Meski demikian,
hingga kini, di sekitar lokasi masih tetap kondusif. Sebab, kata dia, karena pihak warga dan pemerintah desa setempat telah bertemu dengan pihak Pertamina EP Sukowati.

“Kami, TNI-Polri akan tetap berjaga di sini untuk menciptakan situasi kondusif. Hingga sekarang, pantauan kami di lokasi masih kondusif,” ungkap AKP Mulyono.

Baca juga :   Bakal Utang Rp 648,08 Triliun, DPR Sahkan RUU APBN 2024 Jadi Undang-Undang

Aparat keamanan pantas bersiaga ketat karena manajemen Pertamina EP Sukowati juga kurang manusiawi dalam merespon para korban dampak bocornya gas di PAD B Sukowati tersebut. Kabarnya, untuk pengobatan para korban, selain hanya rawat jalan, petugas medis Pertamina EP Sukowati juga hanya memberi obat tablet.

“Kejadiannya pagi tadi. Saya dan keluarga langsung berlari keluar rumah, karena di dalam rumah baunya sangat busuk menyengat. Tetapi, pagi tadi ada petugas datang dan hanya memberi obat tablet,” kata Nanik, warga setempat. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *